RSS

~**((Saigo no Teki))**~ Chapter 1!!

05 Jul

Disclamer: Tite Kubo^^
Author: Yuki Maehwa^^
Rated: T (>..<)
Genre: Drama, Romance, friendship
Warning: OOC, GAJE, TYPO, Aneh, dll..

~~**Saigo no Teki**~~

"JERUUUK. . . ."
BRUAK BUAK. . .

"KUBILANG BERHENTII BODOH!"

Seorang gadis mungil tengah berlarian mengejar seorang pemuda jangkung berambut orange.
"JERUUUKKK BERHENTII!!"

"KAU LEMAH, CEPAT KEJAR AKU MIDGETTT, HAHAHA. . ."

"Tck, AWAS KAU BODOH!!"

Pagi hari yang cerah, baik mendung maupun hujan di kelas 2-A1 selalu ditemani teriakan-teriakan pertengkaran dari seorang gadis mungil dengan seorang pemuda jangkung yang amat jail.

"Hah, mereka itu tidak bisakah satu hari saja tidak ribut!" keluh sahabat mereka, Renji Abarai si rambut merah. Semua temannya hanya mengangkat bahu cuek karena pemandangan itu sudah terlampau biasa untuk mereka, bahkan mereka menganggapnya itu justru sebuah hiburan.Bagaimana tidak, sejak mulai duduk di kelas 1 mereka berdua yang mitakdirkan selalu sekelas maka selalu bertengkar tanpa bosan.

~Tet Tet Tet~. . . .
Bel masuk berbunyi!

PLUKK,,
Si pemuda melemar gumpalan kertas tepat mengenai kepala gadis di depannya itu.
"Tck awas kau jeruk!" geram si gadis kesal melempar balik gumpalan kertas itu.
"Hah menyebalkan,," Gerutu gadis itu sambil menompang dagu menatap ke jendela.
"Kalau menatap ke jendela gini mengingatkanku kejadian 1 tahun yang lalu,," gumamnya.

*FLASHBLACK ON*
Seorang gadis dengan terburu-buru menggayuh sepedanya. Ini merupakan hari pentingnya, hari dimana untuk pertama kalinya akan menjadi siswi SMA.

CIIIT. . . .
Dia mengerem sepedanya secara mendadak karena hampir saja menabrak kucing yang tengah berlari kejar-kejaran dengan tikus di tengah jalan.

Pintu gerbang sekolah telah dia lalui, tempat parkir telah dia singgahi kini disinilah dia sekarang. Berdiri diam di depan pintu kelas. Berbekal keberanian dia mendorong pintu pelan.
JEGREK,,
". . ."
". . ."
Keberanian yang tadinya telah mantap melebur begitu saja lantaran kelas yang dikiranya masih sepi telah ramai dan semua yang ada di dalam memandang ke arahnya dengan penuh keingintauan.

'Aduh maju apa mundur ya?' gadis itu mencengkram ujung rok pendeknya dengan gugup.
'Ma maju aja deh, ayo maju anggap mereka tak ada!' dengan itu dia berjalan menuju bangku paling belakang dekat jendela yang kebetulan masih kosong.

*Rukia POV*
Perkenalkan namaku Kuchiki Rukia 15 tahun. Ini adalah hari pertamaku duduk dibangku SMA Karakura. Dan disinilah aku, duduk diam sendirian di bangku pojok belakang tanpa ada satu temanpun yang kukenal.
Aih mengapa teman-temanku terlihat besar-besar ya? Aku yang kecil ini merasa semakin mengecil saja, sebal.

PUK PUK. . .
Aku sedikit terlonjak mendapat sebuah tepukan di bahuku.
"Hey kau melamun ya?" Seorang siswa laki-laki tersenyum dan bertanya padaku. Aku sempat terdiam, menurutku dia ini berwajah tanpan sekali, apalagi senyumnya itu manisss sekali membuatku serasa meleleh.
"Hey adik kecil kau tak apa?"
". . ."
"Adik kecil kau tak apa?"
"Ah i iya aku, eh?", Apa tadi adik kecil? Ih menyebalkan sekali, asal tau saja ya aku sangat tidak suka disebut seperti itu tau. Hilang sudah rasa kagumku padamu, cuih.
"Tidak, aku tak apa,," jawabku sewot, karena kesal aku mengalihkan pandangan kejendela sambil menompang dagu.

PUK PUK. . .
Lagi-lagi dia menepuk bahuku, apa lagi sih maunya. . .
"Ada apa lagi kakak besar?" aku tersenyum paksa.
"Ah tidak, tapi kelihatannya kau marah ya padaku?"
Sudah tau nanya, "Ah tidak kok, aku tak marah,," ck sebal iya.
"Baguslah kalau begitu, oh ya ngomong-ngomong kau kelas berapa?"
"Tentu saja 1, memangnya berapa?" apaan sìih pertanyaan tak penting.
"1? Ehm berarti kau salah kelas donk?"

". . ."

Apa tadi sa salah? Senyumku perlahan memudar tergantikan wajah yang menjadi pucat.
"Sa salah apanya?"
"Kelas!"
"Ke kelas?"
"Kau anak kelas 1 kan?"
aku mengangguk dengam gugup, "I ini kelas berapa?"
"Em kelas 2-A1 adik manis,,"
Siswa laki-laki itu mendekatkan wajahnya kewajahku sambil tersenyum geli menepuk kepalaku pelan, kurasa wajahku kini memerah berada dekat seperti ini juga karena kenyataan ini, hikz hikz memalukan.
2-A1 ya katanya, kelasku kan 1-A1, hikz gawat,, MATI AKU,,aih bagaimana ini, apa minta maaf ah tidak ini terlalu memalukan, ah langsung kabur aza deh, iya ide bagus! Baik 1 2 3. . .
"Gyaaaaa,," Aku mendorongnya keras dan langsung berlari keluar kelas. Tak memperdulikan tatapan aneh dan terkejut dari penghuni kelas.
Andai bisa dilepas sudah ku buang wajah ini sampai ke planet pluto, tck memalukan.

BRUAKK,,
Dengan keras dan terburu-buru aku membuka pintu kelasku, tentu saja setelah benar-benar kupastikan aku tak kan salah lagi.
"Eh Ru-chan kau baru sampai ya?" seorang teman kecilku juga merupakan sahabatku melambaikan tangan. Syukurlah berarti aku tak salah lagi.
"Renji~, syukurlah ketemu juga, aku senang ternyata kita benar-benar sekelas,," aku langsung menggoyang-goyangkan badannya dengan keras.
"A aduh, kau kenapa, hey aduh?" aku menghentikan aksiku dan langsung tertawa nyengir.
"Ah tidak kok, ayo duduk!" kataku ringan. Aku dapat melihat wajah sahabatku itu kebingungan.

"Eh eh tau tidak, katanya Kurosaki-kun sekelas dengan kita loh,,"
"Apa? Yang benar?"
"Benar!"
"Tapi kan kamaren tidak ada namanya,,"
"Tadinya aku juga tak percaya, tapi ternyata tadi pagi daftar namanya diperbaharui dan ada namanya,,"
"Aih senangnya, dia kan sangat tampan, cool, mempesona, penuh karisma, dan dan kyaa~ pokoknya keren,,"
"Benar very very very cool~,,"

Aku melirik beberapa temanku yang tengah memekik senang mengobrolkan seseorang.
"Hey Renji, memangnya Kurokuro itu siapa sih?"
"Hah siapa? Kurokuro siapa? K kucing kali ya,," jawab Renji bingung.
"Haish itu sih Kuro-chan kucingnya tetangga sebelahku bodoh!" jawabku kesal. Renji hanya nyengir dan menggaruk belakang kepalanya.
"Sebentar,," jawabku menajamkan pendengaran.

"Duh tak sabar, kapan ya Kurosaki-kun akan datang?"
"Aku juga sudah tak sabar ni,,"

"Oh Kurosaki maksudku,," kataku membenarkan.
"Kurosaki? Ah Kurosaki yang itu ya, benarkah wah ternyata dia disini ya,," Renji berwajah sok tau.
"Emank kau kenal? Siapa itu?"
"Hah dengar ya, dia itu pemuda terkenal bodoh, hobby berkelahi, ya bisa dibilang preman sekolah gitu, dia pelit kata, dingin, tak bersahabat, sialnya err. . .Kalau kata cewek-cewek sih keren, tapi tapi itu kata mereka, ck padahal biasa saja, ehem masih tampanan aku juga,," Renji mengangkat kerah bajunya, berpose membanggakan diri. Aku terkikik melihatnya, "Duh bilang saja kau iri, hahaha tapi aku jadi penasaran seperti apa sih dia kok sampai segitunya mereka,,"

*Normal POV*
"Eh eh dia datang!"
"Datang, benarkah?"
"Mana mana?"
para gadis-gadis itu ribut berlari ke arah pintu.

JEGREK,,
Pintu kelas terbuka pelan.
Menampakkan seorang pemuda jangkung berdiri angkuh dengan tangan dimasukkan kedalam saku celananya. Penampilannya berantakan tapi terkesan keren.Tatapan matanya tajam dan terlihat dingin.
Semua menatapnya, para gadis menahan nafas melihatnya.
Para cowok berubah suram.
'Ck saingan berat ni, sial!!'

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Juli 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: