RSS

~**((Saigo no Teki))**~ Chapter 2!!

09 Jul

~~*Saigo no Teki*~~

Chapter 2 (>.<)

Semua menatapnya, para gadis menahan nafas melihatnya.
Para cowok berubah suram.
'Ck saingan berat ni, sial"

**Chapter 2**

Berbeda dengan Rukia, dia justru mengerutkan kening menatap pemuda itu.
"Rambutnya seperti jeruk ya,," celetuknya tiba-tiba penuh perasaan. Semua langsung mengarahkan pandangan padanya.
"Eh a apa?" Rukia bingung.
"Hey apa yang barusan kau katakan?" tanya salah seorang teman ceweknya dengan kesal.
"Eh aku, ah maksudmu yang jeruk tadi ya?" jawab Rukia polos.
Cewek-cewek itu semakin kesal "KAU. . ."
"Siapa yang kau sebut jeruk?" suara barington memotong teriakan para gadis. Ya itu adalah suara Kurosaki Ichigo sang buah jeruk, *Plak* ditabok Ichigo.
"Ah go gomen, i itu rambutmu seperti. . ."
"Seperti apa,, midget?" potong Ichigo.

NYUT,,
Muncul perempatan disisi kening Rukia.
'Ga gawat' wajah Renji memucat melihat ekspresi Rukia.

"Hey kau! Bisa kau ulang perkataanmu tadi?" tanya Rukia.
Ichigo tersenyum sinis, "Midget maksudmu?"

". . ."
". . ."

BRUAKK,,
"GYAAA!" semua berteriak histeris karena sebuah kursi tiba-tiba melayang dengan indahnya menabrak daun pintu.
Terutama Ichigo, andai refleknya tak bagus bisa dijamin saat ini err pasti tengah terbaring tak berdaya di UKS.

*Ichigo POV*
Astaga apa-apaan gadis kecil ini. Untung reflekku bagus.
Siapa dia itu??
"Katakan sekali lagi!" Rukia berkata dingin.
Sebenci itukah disebut midget, memangnya aku tidak apa. Jeruk, ck sial baru pertama kali ada yang berani menyebutku begitu, cewek lagi.
"MIDGET, itukan yang kau mau, baik akan ku ulang M I D G E T!!" aku menyeringai ke arahnya, kulihat dia mengeram kesal, semakin membuatku ingin menggodanya saja.

Aku berjalan mendekatinya. Sampai kami berdiri berhadapan secara dekat dan saling beradu pandangan dengan sengit.

"Jangan kau fikir, kau tak akan mendapatkan hukuman karena berani menyebutku begitu midget!"
"Berani sekali kau mengancamku jeruk!"
"Hn? Benarkah?"
"Ck kau banyak bicara je. . .Emmph,,"

HAAA? A apa yang kulakukam. Tunggu a aku menciumnya? Benarkah? Astaga ini gila. Tapi err ngomong-ngomong bibirnya lembut sekali. Beginikah ciuman itu ya??

*Normal POV*
Semua mematung, mereka cukup, RALAT, sangat terkejut menyaksikan tontonan apa yang sekarang ada di depan mereka.

Rukia mematung dengan wajah syock, demikian dengan Ichigo. Dia sendiri terkejut dengan apa yang dia lakukan. Seorang Ichigo yang hampir selalu dikejar-kejar FG sangat pilih-pilih dalam melirik cewek, tapi kini justru mencium cewek munggil yang tak dikenalnya bahkan yang hampir membunuhnya itu.
Membunuh??

Ichigo langsung menarik wajahnya. Dia berusaha keras menyembunyikan rona merah dipipinya.
Wajah Rukia telah memerah sempurna.

"F first kissku,," gumam Rukia.
"Ah i ini, ah t tidak se sengaja,," Ichigo gugup menggaruk belakang kepalanya, mengalihkan pandangan.
"Kau. . ." Rukia menggeram berbahaya.
'Ck sial, sepertinya ini sedikit berbahaya',,
Ichigo melangkahkan satu kakinya kebelakang. "H hey midget aku pergi dulu ya,," dia langsung berlari.

"JERUUUK. . .KUBUNUH KAU JERUK BUSUK, HENTAII, MESUM, HIDUNG BELANG, KURANG AJAR! KUBUNUH KAU!"
Rukia mengejarnya dengan melemparkan apa saja yang ditemuinya.

BRUAKK!! BRUAKK!!

"HUWAAA. . .MONSTER!" Ichigo semakin menambah kebepatan larinya. 'Ck dia cewek apa cewek? Sial dasar cewek gilaaaa!'

"APA KAU BILANG, BERHENTI KAU!!" Rukia semakin mengamuk, dia berlari membabi buta mengejar Ichigo. Dan tepat saat dibelakang sekolah karena panik Ichigo tersandung dan jatuh. Dan bisa dibayangkan setelah hari itu tepat hari pertama sekolah, Ichigo harus absen selama 3 hari penuh karena tepar dihajar Rukia.

Sejak saat itu mereka resmi menjadi musuh. Rukia yang merasa terhina karena kekurangajaran Ichigo dan Ichigo yang terhina karena merasa Rukia telah mencoreng hidupnya sebagai jagoan berkelahi yang tepar ditangan seorang gadis munggil.

*FLASHBLACK OFF*
"Hah, itu memalukan dan sangat menyebalkan, haish"
Mengingat hal itu wajah Rukia memerah.

~Tet Tet Tet~
Bel pulangpun berbunyi. Semua langsung berhamburan keluar kelas.
Demikian dengan Rukia. Saat ini dia tengah berjalan santai di koridor kelas.

Seorang pemuda tampan tengah berjalan menyusuri koridor. Sepertinya dia terlihat agak buru-buru berjalan sampai,,
BRUKK,,
"Aw sakit,," pekik Rukia yang ditabraknya.
"Ah gomen, kau tak a.. Eh gadis kecil?"
"Ah K Kaien senpai" kata Rukia gugup.

Ya pemuda itu adalah Shiba Kaien, senpai Rukia duduk dikelas 3-A1. Senpai yang telah merebut hati Rukia untuk pertama kalinya saat masuk ke sekolah ini atau lebih tepatnya ketika salah masuk kelas setahun yang lalu.

"Eh tadi panggil apa?" tanya Rukia menyipitkan mata.
"Ah iya gomen, maksudku Rukia-chan kok,," Kaien tersenyum sambil mengacak rambut Rukia, membuat pipi Rukia sedikit merona.

"Ngomong-ngomong kenapa senpai terburu-buru?"
"Ah astaga,," Kaien menepuk kepalanya. "Iya gomen aku harus pergi, kita ngobrol lagi lain kali ya,," Kaien berlari menjauh dan menghilang di belokan koridor.
"Aih Kaien senpai, kau selalu membuatku berdebar" Rukia senyum-senyum sendiri. Tanpa disadarinya ada seseorang yang tengah berdiri bersandar pada dinding sambil melipat tangannya di dada.
"Ck bodoh!" gumam orang itu.

PLUK,,
gumpalan kertas mendarat di kepala Rukia. Tapi tak ada reaksi, sepertinya Rukia masih asyik dengan dunianya sendiri.
PLUK,,
". . ."
Tersangka yang melempar kertas menjadi kesal.
"Awas kau!"

PLUK PLUK PLUK PLUK PLUK. . .
Beberapa gumpalan kertas memberondong kepala Rukia,,
"Aw aw aw, hey siapa sih?" kesal Rukia mencari tersangka.
"Hey midget jelek, kesurupan kau?" ejek pelaku.
"Kau, berani kau menggangguku saat begini JERUK, awas kau!" hardik Rukia kesal, memunguti kertas itu dan melempari Ichigo yang langsung berlari sambil tertawa keras.
"Hoy jangan kabur jeruk busuk!"

~**~
CEKLEK,,
Rukia membuka pintu rumahnya.

"Ah nee-chan sudah pulang ya, eh kenapa berkeringat begitu?" tanya Kuchiki Hitsugaya, adik laki-laki Rukia yang masih duduk di kelas 2 SMP.
"Panas jalan kaki!" keluh Rukia.
"Jalan kaki? Memanknya sepeda nee-chan kenapa?"
"Tck kau tau, ban sepedaku tiba-tiba hilang!" geram Rukia kesal.
"Apa? Hilang kok. . ."
"Lihat saja di luar!" kata Rukia sambil naik ke kamarnya.
Hitsugaya yang bingung menuruti nee-channya dan benar sepeda Rukia hanya tinggal batangannya karena dua bannya entah kemana.
"Kasihan nee-chan untung sekolahnya dekat, Hn kog bisa ya,,?" gumam Hitsugaya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Juli 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: