RSS

~**(( Ai no Baka ))**~ Chapter 3!!

21 Jul

~~** Ai no Baka *~~

Chapter 3 (>.<)

Rumah Sakura . . .

"Hah apa per perjodohan? Tousan, Kaasan tapi aku. . ."
"Kami sudah membicarakan ini sejak lama dan besok kalian akan bertunangan,," ucap Hana, ibu Sakura.

'Bagaimana dengan Sasuke. . .Hinata' Sakura menggigit bibirnya.

Pagi telah datang, hari ini Sasuke berjalan menuju halte dengan perasaan gunda, karenanya dia sengaja berjalan dengan sangat pelan, namun tetap saja pada akhirnya dia sampai di halte, namun kali ini dia tak mendengar sapaan ceria Sakura atau melihatnya duduk membaca bukunya.

Sakura berdiri di balik pohon tak jauh dari halte, dia takut dan bingung menghadapi Sasuke. Sakura merasa sangat bersalah.
"Sasuke, maafkan aku, kau pasti membenciku, aku juga tidak mengerti mengapa ini terjadi, kenapa aku, bukan Hinata,," Sakura meneteskan air matanya.

Kretek, Sakura tanpa sadar menginjak ranting dan Sasuke mengetahuinya. Karena Sasuke menatapnya, Sakura buru-buru menghapus air matanya dan akan pergi.
"Tunggu, kenapa kau di situ nona cerewet" Sasuke berusaha bersikap wajar.
"A aku, ti tidak, a aku ha hanya" Sakura menunduk, Sasuke mendekatinya dan berdiri di depannya membuat Sakura mendongakkan kepalanya. Sasuke tampak sedikit terkejut karena Sakura menangis. Menyadari itu Sakura mengusap pipinya. "Maaf aku…"
"Bukan, ini bukan salahmu" Sasuke tersenyum menghibur Sakura dan menahan tangan Sakura. Sasuke menghapus air mata Sakura dengan tangannya.
"Tapi bukan kah kau menyukai Hi Hinata. . ." Sakura berkata lirih dan kembali menangis. Sasuke menghentikan gerakannya karena terkejut. Dia tidak menyangkah ada yang mengetahui perasaannya apalagi Sakura.
"Kau. . ."
"Iya, aku tau" potong Sakura.
Sasuke bingung harus berkata apa, dia hanya diam memalingkan wajahnya, demikian juga dengan Sakura dia menggigit bibirnya untuk menahan isakannya.

Sasuke bingung melihatnya, akhirnya dia menarik lembut Sakura dalam dekapannya. Sakura sempat terkejut, begitu juga dengan Sasuke sendiri.
"Te tenang saja ini hanya pertunangan, hanya ikatan sementara, kelak kita bebas memilih siapa yang kita sukai untuk menjadi pasangan kita jadi jangan khawatir, kau bebas memilih laki-laki yang kau cintai, aku janji" Sasuke berbicara bermaksud menenangkan, tapi dia tidak tahu bahwa perkataannya justru membuat Sakura semakin sakit.

~**~

"Saku-chan kenapa dengan matamu?" tanya Hinata ketika mereka kembali dari kantin.
"Eh kau menangis Sakura-chan?" tanya Naruto.
"Ah ti tidak tadi di jalan mataku kemasukan debu, i iya begitu, iya kan Sasuke-kun?" Sakura gugup.
"Y ya, ayo ke kelas!" kata Sasuke sambil berjalan di depan diikuti Sakura.
"Ah syukurlah, aku kira mereka bertengkar" kata Hinata lirih.
"Benar, kadang Sasuke kan sikapnya kelewat menyebalkan" tambah Naruto.

Skip time acara pertunangan. . .

Keluarga Sasuke berada di rumah Sakura. Mereka tengah diliputi kebahagiaan. Walaupun acara ini hanya diikuti dua keluarga kecil saja.

"Baiklah kini saatnya pertukaran cincin pertunangan, ayo lakukan" kata Fugaku ayah Sasuke.
Dengan diam Sasuke dan Sakura melakukannya, hanya Sakura yang sesekali memaksakan senyumnya.
Ruangan menjadi ramai akan suara kebahagian para orang tua itu.
"Hn sepertinya ada yang kurang, ah ciuman, ayo kalian harus ciuman sebagai peresmiannya" ucap Mikoto semangat.
"Benar ayo ayo" tambah Hana.
Sasuke dan Sakura terkejut. Bagaimana mungkin Sasuke akan melakukannya karna di depannya adalah Sakura bukan orang yang dicintainya, itulah yang ada dalam benak Sakura.
"Ah ka kalian ini, sudah ti tidak usah" kata Sakura gugup. Namun tiba-tiba Sasuke menariknya, meletakkan tangan kirinya di pinggang Sakura, tangan kanannya di belakang leher Sakura, mendekatkan wajahnya, memiringkan kepala dan Sasuke menekan lembut bibir Sakura dengan bibirnya. Semua menahan nafas terkejut begitu juga Sakura. Bibir mereka bersatu, Sasuke melumatnya lembut dan sedikit mengigitnya. Karena terkejut Sakura hanya diam namun akhirnya dia membalasnya juga. Mereka baru melepas ciuman ketika pasokan udara mereka tengah meronta diisi. Wajah keduanya memerah dan nafas mereka tersenggal-senggal. Serentak semua langsung menjerit senang.

~*3 hari kemudian*~

"Baiklah anak-anak, hari ini materi pelajaran olahraga kita adalah basket, sekarang bentuk dua tim dan kita bermain, yang cewek kalian boleh melihatnya di sisi lapangan" ujar pak Hatake.

Hinata dan Sakura berdiri berdampingan. Semua bersorak-sorak mendukung cowok favorit mereka dan tentu saja nama Sasuke yang banyak berkumandang.
Namun tiba-tiba, "HINATA AWAS!" Sakura berteriak mendorong Hinata. BRUAKK, sebuah batang pohon cemara yang sudah lapuk jatuh hendak menimpa Hinata.
"Ah S Saku-chan arigatou, k kau tidak apa-apa?"Hinata panik, semua berkumpul mengelilingi mereka. "Ah tidak, tenang saja,," Sakura tersenyum menahan sakit di tangan kirinya yang memar dan berdarah.

Mendengar nama Hinata dengan keras Naruto dan Sasuke bergegas masuk ke dalam kerumunan.
"Hina-chan, kau tak apa-apa, mana-mana yang terluka?" Naruto panik.
"Hinata kau baik-baik saja?" tanya Sasuke cemas.
"Tidak apa-apa tadi Saku-chan menyelamatkanku" jawab Hinata.
"Sakura-chan, bagaimana denganmu?" tanya Naruto.
"Ah tidak, aku ha. . ."
"Hinata tanganmu terluka, ayo ke UKS" kata Sasuke tiba-tiba dan memperhatikan tangan Hinata yang sedikit tergores ranting.
"Ah benar ayo Hina-chan" ajak Naruto. Sakura? Tentu saja hatinya pastilah sangat sakit, Sasuke sangat lebih memperhatikan Hinata dan tak menanyakan keadaannya bahkan dia tak menyadari bahwa Sakura masih diam di tempat.

~**Tsuzuku**~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juli 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: