RSS

*Akuma from the Hell*. . .~(( Bad Boy si Akuma ))~ Chapter 5!!

21 Jul

~**Bad Boy si Akuma**~

Chapter ì5 (>.<)
*Menyebalkan*

Hari ini, hari pertama Mamori bersekolah di sekolah barunya.
"Hiru-nii, ayo berangkat,,"
"Berisik, cepat naik!"
Meski dekat tapi karena Mamori gugup dan belum begitu hafal jalannya terpaksa Hiruma mengantarnya, tapi karena tak mau repot dan capek Hiruma mengantar dengan naik motor spotnya.

Sesampainya di sekolah, "Fiuh, sampai juga dech, Hiru-nii Mamo masuk dulu ya,,"
"Hn!"
cup, Hiruma kaget karena Mamori tiba-tiba mencium pipi kirinya tapi dia mencoba bersikap biasa saja dengan tak mengubah ekspresi wajahnya. Mamori sudah biasa mencium pipi Ayah dan Ibu Hiruma jika hendak sekolah ataupun pergi ke luar rumah.
"Mamo gugup, tapi harus semangat, pasti dapat teman-teman baru yang menyenangkan. Hiru-nii Mamo masuk dulu,," Mamori berlari sambil melambaikan tangan.
Setelah sosok Mamori tak terlihat lagi, Hiruma bergegas memacu motornya pulang dengan eksresi aneh.

Saat ini Hiruma tengah berada di ruang tamu, duduk santai di atas sofa. "Kenapa bisa lembut sekali ya?" menyentuh pipinya.
"Cih sial buat apa aku memikirkannya,," Hiruma menjatuhkan kepalanya di sandaran sofa.
"Ah sudah jam 9, sebaiknya aku bersiap ke kampus, jam 10 guru sialan akan datang,,"

*Skip Time*
Pulang Sekolah terlihat Mamori yang berlari-lari pulang dengan semangat. "Ah pengen cepat-cepat bercerita pada Hiru-nii,,"
Sesampainya di apartemen, Mamori tak melihat sosok Hiruma, "Ah lupa, kan Hiru-nii ada kuliah sampai sore, baiklah Mamo akan tunggu,,"

Sore hari, "Eng" Mamori terbangun di sofa.
"Ah ketiduran, Hiru-nii mana ya?" mencari Hiruma, tapi tak ditemukan juga,
"Mungkin sibuk jadi belum bisa pulang ya, tapi lapar~. . . Em ya sudah Mamo makan sisa roti di lemari saja dan nunggu Hiru-nii pulang,,"

Sampai malam tiba Hiruma tak kunjung pulang, Mamori setia menunggunya sambil liat TV.
Dimana Hiruma?

Suara musik yang bising mengalun keras memekakan gendang telinga. Lampu warna warni menyilaukan mata. Terlihat lautan manusia menggoyang-goyangkan badan dengan semangantnya.

Hiruma kini tengah berada di sebuah klub malam. Duduk di sebuah meja bersama temannya dengan dikelilingi banyak wanita yang berpakain minim dan menggoda. Ya para wanita penghibur juga gadis-gadis jalang yang mengagumi pesona setan Hiruma. Mereka membelai dan tak sungkan-sungkan menciuminya.
"Hiru-kun~ sayank~,,"
"Hiru-kun~,,"
"Kangen, lama tak melihatmu~,,"
"Hiru-kun~ kau tampan sekali~,,"
"Mempesona~,,"
"Ck kau berisik sekali wanita-wanita sialan!!" Hiruma menyeringai setan, dan tanpa permisi menyambar bibir wanita itu dan menciuminya dengan kasar.
"Hah Hiruma memang benar-benar bad boy, enak sekali ya main cium sana cium sini, dicium tanpa minta,," gerutu teman Hiruma, Kosuke Hikaru.

Di saat Hiruma tengah bersenang-senang dengan wanita-wanita itu. Tiba-tiba dia terganggu dengan bayangan Mamori yang menangis kelaparan. (??)
"Ck sial,," desah Hiruma.
"Ada apa bad boy sayank~?"
"Tidak!" Hiruma menepis pikirannya tentang Mamori tapi tetap saja tidak bisa hilang. Akhirnya Hiruma menyerah juga.
"Jam berapa ini?" tanyanya pada temannya.
"Hn hampir jam 11,," jawab Kosuke.
'Apa mungkin dia belum makan?' gumam Hiruma dalam hati.
"Sayank~, kenapa?". Wanita-wanita itu merengek dan semakin merengkuh dan membelai-belai Hiruma dengan manja.
Hiruma memejamkan mata dan, "Sial menyebalkan!". Dia langsung bangkit dan menyambar jaketnya.
"Hiru-kun~ mau kemana, tidak 'main' dulu?"
"Lepaskan tanganmu wanita murahan,,"
"Kenapa~?"
"Ada apa Hiruma?" tanya Kosuke.
"Urusan penting!"
"Sudah mau pulang?"
"Hn, aku pergi!"
"Hiru~ di sini saja~,,". Rengek wanita-wanita itu.
Dengan cuek Hiruma pergi meninggalkan tempat itu dan beranjak pulang.
"Aneh, tumben jam segini pulang, biasanya saja sampai pagi" gumam Kosuke sambil meminum vodka.
"Kosuke~, sendirian sayank~?" wanita-wanita tadi merapat pada Kosuke.
'Tapi ada untungnya, sih, mereka jadi mendekatiku, kukuku' Kosuke menyeringai senang.

Hiruma mengendarai motornya. "Dasar bocah sialan, kalau kau sampai belum makan akan kusuapi kau sampai mati!" gerutu Hiruma sepanjang jalan.

Menjelang tengah malam Hiruma sampai di apartemennya. Lampunya masih menyala, "Ck bocah sialan, jam segini belum tidur juga,,'.
Dia melihat TV masih menyala lalu menghampirinya. Serentekan omelan yang akan dilontarkan langsung menghilang setelah mengdapati Mamori yang tertidur pulas di sofa dengan remot di tangannya. Hiruma menatapnya dan mendekatinya, dia mengulurkan tangan untuk mengambil remot TV, "Eng Hiru-nii. . .lama,," Mamori mengigau dalam tidurnya.
"Rupanya dia menungguku, haah bodoh,,".
Hiruma melihat banyak bungkus makanan ringan berserakan di meja. "Seharian dia hanya makan makanan ini, apa dia tidak mati?" menatap Mamori.
"Jangan harap aku akan minta maaf padamu bocah sialan. . . Besok ku buat kau banyak makan biar kau mati kekenyangan,,"
Hiruma mematikan lampu dan TV lalu pelan-pelan mengangkat tubuh Mamori dengan bridal style menuju kamar mereka^o^

Dengan pelan dia membaringkan Mamori, menatapnya sejenak, entah malaikat apa yang menyambetnya ( Eg mungkin kan setan kesambet setan^m^) menyebabkan dia mengulurkan tangan membelai pelan pipi tembem juga bibir Mamori yang terdapat sisa snack dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutup wajahnya.
"Ck sial, kau ini bocah bodoh dan menyebalkan,,"
Hiruma menarik selimut menyelimuti Mamori. Sedangkan dia sendiri beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya dia langsung terlelap di samping Mamori hingga pagi tiba.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juli 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: