RSS

~**Futatsu no Sekai**~ ((**Two World in One Love**)) Chapter 14!!

08 Agu

~**Futatsu no Sekai**~ ((**Two World in One Love**))

Chapter 14 (>.<)

Mereka sampai di rumah Yaken. . .
Ceklek, "TADAIMA~"
"Haish ck, kecilkan suaramu bodoh!" keluh Yuurei sambil menutup telinga mendengar teriakan Yaken.
"Keras ya ,," Yaken nyengir. "Mana ya dia?" Yaken mengedarkan pandangan, "Mungkin masih dikamar kali ya?"
Yuurei dan Yuki berjalan mengikuti Yaken ke dalam kamar.
"Hyaa Shinichi apa yang kau lakukan?" pekik Yaken panik ketika mendapati Shinichi nangkring di jendela.
"Ah kau sudah pulang? Oh ada kalian juga, hai siang Yu-chan" kata Shinichi sambil tersenyum ramah.
"I iya siang juga" kata Yuki gugup.
"Turun, sedang apa kau disitu bodoh," kesal Yaken.
"Mau kabur" jawab Shinichi.
"Eh, kenapa?"
"Kau mengunci rumah aku tidak bisa keluar dari pintu!"
"Benarkah?"
Shinichi mengangguk, Duak,,"Aww" pekiknya saat kepalanya terjedot bingkai jendela.
"Ouch, he hei pasti sakit y?" tanya Yaken iba. Shinichi menoleh sambil nyengir lebar,,
"Yaken, aku lapar~,," rengek Shinichi.
"K kau,,apa yang. . ." Yaken langsung melesat mundur dengan wajah pucat.
"Ti tidak jangan padaku, sungguh aku normal!" panik Yaken.
"Em apanya?" tanya Shinichi sambil berkedip-kedip innocent.
"H hey dia err kenapa?" gumam Yuurei pada Yaken.
"A aku tidak tau, sepertinya otaknya agak tidak beres,," kata Yaken pucat.
"Eh Shi Shinichi-kun k kau baik-baik saja?" tanya Yuki.
"Tidak,, aku tidak baik-baik saja, aku lapar Yu-chan~ hikz hikz"
"Gyaaa" pekik Yuki panik karena Shinichi melompat memeluknya.
BLETAK,,"Aarrg itai~" BRUKK,,Shinichi tersungkur ke lantai berkat getokan dahsyat Yuurei.
". . ."
". . ."
"R Rei apa dia tidak apa-apa?" kata Yaken sambil menendang-nendang kecil Shinichi yang pingsan.
"Hanya pingsan!" kata Yuurei cuek sambil makan camilan.
"Tapi ini sudah 1 jam,"
"K Ken-kun dia ti tidak mati kan?" kata Yuki takut.
"Se semoga tidak"
Yaken dan Yuki mengendap-endap mendekati Shinichi.
"H hey bangun, kau masih hidup kan? Gomen kami hanya. . ."
"GYAAA. . ." Yuki dan Yaken melompat kaget saat Shinichi tiba-tiba membuka matanya.
"Ash,,ck sakit sekali, eh dimana aku?" Shinichi terlihat kebingungan sambil memegangi kepalanya. "Eh kalian, ada apa ini?"
"Kau sudah waras lagi,," koment Yuurei sengit.
"Waras?" bingung Shinichi sambil berdiri.
"Ah tidak, mak maksudnya siuman, err tadi kau pingsan!" kata Yaken.
"Kenapa?"
"Ah i itu gomen, aku tadi membuka pintu dan err dan mengenai dirimu!" kata Yuki takut.
"Oh begitu, daijoubou Yu-chan aku baik-baik saja, dan tenang saja aku tak marah jadi jangan takut" Shinichi tersenyum dan mengacak kecil kepala Yuki.
"I iya, arigatou!" Yuki menunduk.
"Minggir aku lewat!" Yuurei menyingkirkan Shinichi, "Ayo pulang!" Yuurei langsung menarik Yuki dan mengandeng tangannya.
"Benar ini hampir sore, kami pulang ya, ittekimasu,,mata ashita" pamit Yuki.
"Itterasshai"
"Hn aku merasa ada yang tidak beres dengan kepalaku?" kata Shinichi.
Yaken meliriknya dan bergumam, "Bukan ada tapi sangat tidak beres"
"Kau mengatakan sesuatu?"
"Ah tidak tidak kok"
"Hn, oh ya arigatou buat bantuanmu semalam"
"Hn i iya tidak masalah!" Yaken tertawa paksa, 'Fiuh dia menakutkan'

~**~
Kring. . .Kring. . .
Malam-malam telfon rumah Yuurei berbunyi.
"Hn siapa sih?" gerutu Yuurei yang tengah sibuk membaca buku.
Yuurei mengangkat telfonnya,,
"Moshi moshi"
'Eh Rei-kun, moshi moshi'
"Kau, ada apa?"
'Em a anu tante ada?'
"Kenapa mencarinya malam-malam?"
'Ah i itu aku mau minta makan, laparr~ disini tidak ada makanan' rengek Yuki.
"Hn?" Yuurei mengerutkan kening, "Memang bibi tidak masak?"
'Tidak, appa dan amma pergi daritadi sore,,Yu-chan, kalau lapar minta ke tante Minyu saja ya sayank, begitu katanya'
". . ." Yuurei cengo.
'Rei-kun, kenapa diam? Tante tidak mau memberiku makan ya, hikz hikz aku sangat lapar hikz'
"He Hei, sudah hentikan, cepat kesini!"
'Ah benarkah? Berarti boleh ya?' Yuki bersemangat.
"Hn, makannya cepat ke. . .-
Tut Tut Tut. . .- eh, sudah diputus,," Yuurei menatap gagang telfon.
Ting Tong. . .
"Apa? Sudah datang?" Yuurei melongo.

Ceklek,,Yuurei membuka pintu, "Rei-kun~" teriak Yuki semangat.
"Hei, astaga cepat sekali?" gerutu Yuurei.
"Aku kan sangat lapar",,Kruyuk,,"Ups berbunyi" Yuki blushing memegangi perutnya ( dan sangat kebetulan sekali perut author juga sedang berbunyi,,^o^)
Yuurei tersenyum geli dan menarik masuk Yuki.

"Duduk disitu!" Yuurei menunjuk sofa di depan TV.
"Ehm Rei-kun kenapa sepi, mana tante dan om?"
"Pergi, katanya ada urusan penting,," sahut Yuurei dari dapur.
"Oh begitu, kalau Yuzu-nee mana?"
"Ke rumah kakek,,ini makanlah!" Yuurei menyodorkan sepiring nasi + lauk pauknya juga segelas jus buah.
"Uwahh makanan" pekik Yuki senang dan langsung melahapnya.
"Uhuk-uhuk" Yuki tersedak karena terlalu bersemangat.
"Pelan-pekan makannya!" Yuurei menepuk-nepuk punggung Yuki dan menyodorkan minum.
"Arigatou,,oh iya berarti Rei-kun sendirian di rumah ya, wah kita sama"
"Hn"
". . ."
"Kenapa?" tanya Yuurei.
"Ah ti tidak" Yuki meneruskan makannya.
"Tunggu!" kata Yuurei membuat Yuki menahan sendoknya di udara sambil menoleh dengan mulut terbuka. "Kau tidak akan menyerangku kan?"
"Eh apa?" bingung Yuki.
"Jangan-jangan kau mau menyerangku seperti waktu itu, waktu kau menangis di kamarku dulu!" kata Yuurei sambil berekspresi berfikir.
"Menyerang, dulu? APA? Re Rei-kun apa yang kau katakan eh, te tentu saja tidak!" pekik Yuki panik sambil blushing.
"Benarkah? Hn syukurlah" Yuurei beralih membaca buku lagi.
"Uuh dasar~" Yuki melahap makanan dengan wajah cemberut karena kesal dan malu.
Yuurei diam-diam tersenyum kecil melihat tingkah Yuki.

"Sudah kau cuci piringnya?" teriak Yuurei dari ruang tamu.
". . ."
"Hn, sedang apa dia?" Yuurei beranjak menuju dapur, "Apa? Astaga anak ini,,haish" Yuurei mendesah menghampiri Yuki yang tengah duduk bersandar di samping westafel dalam keadaan tertidur. "Hey bangun anak nakal, hei"
". . ."
"Hey~,," Yuurei memencet hidung Yuki, dan membuat Yuki terbangun seketika.
"A apa, apa. . .Eh R Rei-kun" Yuki kelabakan.
"Sudah kau cuci piringnya?" tanya Yuurei sambil melipat tangan.
"Ah piring? Sudah, semuanya sudah bersih semua kok"
"Hn anak pintar, sudah malam cepat pulang sana!" usir Yuurei.
"Ah i iya" kata Yuki.
"Bawa payung di dekat pintu, di luar hujan" kata Yuurei.
"Ah iya, aku tahu, aku pergi" pamit Yuki.
"Hn, tutup pintunya!"
"Iya iya!"
JDIEERR,,kilat menyambar! "Gyaaa" pekik Yuki
Ceklek,,"Ehm Re Rei-kun?" Yuki menjulurkan kepalanya.
"Apa lagi?" Yuurei bersikap cool sambil membaca bukunya.
"Ehm anu, ah ti tidak, aku pergi dulu ya,," Yuki menutup pintu kembali. Yuurei tersenyum kecil dengan memainkan jarinya seolah tengah menghitung dan sampai jari ketiga.
Ceklek,,pintu terbuka lagi.
"Re Rei-kun anu, ehm ah ya apa ada yang tetingglan?"
"Hn, tidak ada!" cuek Yuurei.
"Be begitu ya, ah y ya sudah aku pergi ya!" Yuki menutup pintunya, Yuurei terkikik.
Ceklek,, Yuurei buru-buru menenggelemkan wajahnya dalam buku.
"Anu Re Rei-kun anu i itu, ah a apa ya, ah tidak, tidak ada, a aku pulang dulu ya, jaa"
"Hn!" pintu tertutup lagi.
Ceklek, pintu langsung terbuka lagi.
"H hai Rei-kun,,ah ya oyasuminasai" Yuki nyengir sambil melambaikan tangan.
BUK,,Yuurei menutup bukunya dengan keras.
"Eh ti tidak, i iya aku pergi beneran" takut Yuki.
"Tutup pintu dan cepat kesini!" kata Yuurei.
"Ah??"
"Cepat atau. . ."
"Ba baik!" Yuki menutup pintu dan berjalan mendekat dengan takut.
"Cuci kakimu dan masuk ke kamarku sana!" perintah Yuurei sambil setengah mengusir.
"Eh? Buat apa?" bingung Yuki.
"Kau tidak mau tidur?"
"Mau"
"Makanya sana masuk dan tidur! Aku tak mau repot mengantarmu"
"Ah baik!" kata Yuki ceria.
"Jangan mengacak-ngacak kamarku anak kucing!"
"Apa, uh tidak akan!" kesal Yuki, Yuurei tersenyum.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Agustus 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: