RSS

|**Futatsu no Sekai**| ((*Two World in One Love*)) Chapter 20!!

29 Nov

~**Futatsu no Sekai**~ ((**Two World in One Love**))

Annyeong..
Mianhae lama banget baru update lanjutannya lagi.. ^^

Chapter 20 >.<

BRUAK!! Pintu rumah Taekyung terbuka lagi dengan keras, keadaannya bahkan telah diambang batas.
"Sial!" umpat Taekyung geram.
"Hay hay kami datang~.." teriak Ryewook dan Hankyung ceria.
". . ."
"A ada apa?" tanya mereka bingung.
"Siapa yang menyuruh kalian menendang pintu eh?" Taekyung mendeathglare keduanya.
"Apa? Ah i iya a anu go gomen" Ryewook dan Hankyung nyengir sambil garuk-garuk kepala.
"ULANG!! MASUK DENGAN BENAR BAKA!!" teriak Taekyung.
"Hyaaaa. . . ." Ryewook dan Hankyung langsung ngibrit dan menutup pintu kembali.
". . ."
". . ."
Dok dok dok. . .
Ceklek,,pintu didorong pelan dan menyempullah kepaka mereka berdua dengan takut-takut.
"Assalamualikum, samporason, permisi~"
"Sorry, tidak menerima permintaan sumbangan, hush hush" celetuk Heechul.
"Ha??" semua bengong berjamaah menatap Heechul.
"Apa?" tanya Heechul innocent.
"Lupakan!" sahut semuanya kompak. Heechul berkedip-kedip bingung, "Aku salah ya?" gumamnya.

"Mana, kami sudah bosan menunggu kalian" kata Taekyung.
"Oh itunya, hyung keluarkan!" kata Ryewook.
"Bukannya di kamu ya?" kata Hankyung.
"Eh masak, kan tadi di. . . .Ups gawat!" Brukk, mereka berdua menjatuhkan kantong plastik belanjaannya.
"Mana!" ulang Taekyung.
Ryewook dan Hankyung saling berpandangan, "AAAAA" mereka berteriak histeris sambil memegang pipi.
Semua yang ada dalam ruangan melempar death glare.
"Mau mati kalian, MANA!!" bentak Taekyung.
WHUUSS. . .!! Dengan kecepatan super mereka berdua membuka pintu dan langsung lari kalang kabut.
". . ."
Kriek kriek,, BLAAMM! Pintu rumah Taekyung sukses jatuh bebas ke lantai. Hankyung berhenti sebentar dan menatap pintu.
"Hyaaa, wookie tu tunggu!!" langsung kabur.
Alis Taekyung berkedut-kedut menatap nasib pintunya, "Me-re-ka. . . .HAAAA PINTUKU SIALAN!! AWAS KALIAN!!" Taekyung berteriak kesal sambil mencak-mencak. Semua langsung bergerak mundur menjauhi Taekyung.
"Su Sumantonya keluar ya?" gumam Leetuk ketakutan sambil memeluk Siwon.
"A apa kita akan mati?" tambah Siwon.
"Hey kalian sedang apa?" tanya Kyuhyun yang baru kembali dari dapur sambil makan es serut.
"Eh ES KUU. . . . KEMBALIKAN AKUMA, ENAK SAJA KAU!" teriak Kibum sambil menerjang Kyuhyun.
"Hyaa hyung pelit pelit pelit!!" rengek Kyuhyun berlarian mengejar Kibum dan es serutnya.
"DIAMM!!" teriak Taekyung.
"Ups. . ."
"Kalian! Buang semua sampah itu!" tunjuknya pada Leetuk dan Siwon.
"Ba baik!" dengan segera mereka menyapu sampah-sampah kulit kacang yang berserakan.
"Kalian! Bersihkan rumah!" tunjuknya pada Yesung dan Kibum yang langsung mengambil sapu dan kain pel.
"Em hyung, kenapa mengepelnya sambil merem?" tanya Kibum pada Yesung.
"Kan aku masih pingsan" jawab Yesung pintar.
Semua melirik sweetdrop =.="

"Kyu kau ber. . . .Apa yang kau lakukan?" bingung Taekyung.
"Membantu kalian" jawab Kyu.
"Ha? Dengan?"
"Doa!" Kyu duduk brsilah di tengah ruangan di atas meja dengan menutup mata sambil komat kamit, entah apa yang diucapkannya. "Jangan ganggu aku, doaku dijamin sangat manjur kok"
"Doa agar masuk Neraka iya" celetuk Heechul. Semua mengangguk setuju. Taekyung cengo.
"Dan kau!" tunjuk Taekyung pada Sungmin. "Err tidak, diam saja disana!" Taekyung menatap prihatin Sungmin sang korban yang tengah duduk memelas disamping Shinichi yang berlinang airmata menatapnya.
"Sen, hikz. . ." seru Shinichi.
"Shini, hikz. . ." seru Sungmin.
"Sei, hikz. . ."
"Chi, hikz. . ."
"A aigoo mereka benar-benar. . .Buahh hey apa yang kau lakukan?" pekik Taekyung sambil menggosok-gosok wajahnya.
"Mengepel" jawab Yesung.
"Lantainya saja tidak usah wajahku baka" semburnya.
"Gomen enggak keliatan!"
"MEMANGNYA SIAPA YANG MENYURUHMU MEREM!"
"Kan lagi. . ."
"STOP! Pingsan kan, ya ya ya sudah cari tempat lain, hush!"
Yesung berjalan pergi sambil menabrak sana sini.
"Hah~ aku sekarang jadi benar-benar takut gila" keluh Taekyung. "Ikan, bantu aku memperbaiki pintu!"
"Ck, begitu saja minta dibantu" gerutu Eunhyuk sambil makan lolipop.
"Memangnya kau bisa sendirian?" tanya Taekyung malas.
"Tidak!" jawab Eunhyuk polos.
"Kalau begitu jangan cerewet!"
"Iya cumi~" kesal Eunhyuk.

"Hey hey aku bagaimana?" tanya Heechul.
"Kau lebih aman amati pintu saja!"
"Memangnya aku kenapa ya?" gumam Heechul bingung.
"Alarm tanda bahaya!" celetuk Eunhyuk.
"Diam monyet!"

"Ikan pakunya mana!"
"Ck ya ya ya, ini!" Taekyung sibuk memalu, "Pegang, yang benar ikan! Ini berat!"
"Cerewet, iya iya Cumi!"
"Bagaimana lurus?" tanya Taekyung pada Heechul.
"Cumi, cuma miring hahaha" celetuk Heechul sambil tertawa. EunTae melempar deathglare.
"Kau tak tau ini berat, mau dilempar bro" kata EunTae bernada bahaya.
"Ah no no no thanks. . .Err maksudku kanan dikit. . .Ya dikit lagi stop stop, kiri kiri, stop, ok!"
"Tak kusangka kau punya bakat petugas parkir" komentar Eunhyuk.
"Tentu saja, terbukti dari banyaknya gadis yang parkir dihati" Heechul mengkibaskan rambutnya.
EunTae cengo, "Huh, aku juga bisa" seru Taekyung mengkibaskan rambutnya menyaingi Heechul.
"Kau saja, aku juga bisa tauk" Eunhyuk mengikuti Taekyung.
"Kami juga, rambut Sunsl**!" kata Siwon dan Leeteuk mengkibaskan rambutnya.
"Aku juga, Panti**!" Kibum mengikuti.
"Kalau aku Rejo..!" BLetak,,"Aw"
"Uhh mantap!" komentar semua menatap takjub Yesung yang tengah mendaratkan kepala di tebok, lantaran mengkibaskan rambut sambil merem. Yesung berjalan lurus dan Brukk,,menjatuhkn diri di sofa, "Aku pingsan beneran" katanya.
". . ."
"Ck, berisik sekali!" seru Kyuhyun. Semua melihat Kyu yang tengah menyisir rambutnya dengan jari dan mengkibas-kibaskannya. "Rambut Cle**. . .Hah~ bukan salahku menjadi yang tertampan, aku sungguh mempesona" komentarnya sendiri, membuat semua melongo. "Dosakah aku memiliki ketampanan ini? Hem kurasa tidak, ini adalah anugrah, ini adalah keajaiban, menjadi manusia semempesona ini"
". . . ."
"Waw aku ini bahkan lebih tam. . ."
"EHEM EHEM,,semuanya ayo lanjutkan bersih-bersihnya!" potong Taekyung, dan semua setuju meninggalkan Kyu yang kini tengah sibuk di depan kaca.
.
.
"Hahh akhirnya selesai juga"
"Benar, dengan begini tampak lebih baik!" EunTae memandang bangga pintu itu.
"Sangat keren!" Heechul mengacungkan jempol, "Dengan pintu berlapis besi baja ini maka tidak akan gampang-. . ."
BRUAK DUAK!! BLAMMM!
"-jebol" tambah Heechul dengan syock. Semua membatu melihatnya.
"Jeng Jeng Jeng kami datang" seru ceria dua sosok makhluk di depan pintu.
". . ."
"Kangin dan Shindong siap beraksi" teriak mereka semangat tanpa melihat kenaasan EunTae yang terlempar ke pojokan.
"Jeng jeng jeng jeng Donghae juga datang membawa pesanan spesial" tambah satu makhluk lagi.
". . ."
". . ."
"Sial! BERANI SEKALI KALIAN!!" teriak EunTae.
"Eh sedang apa disitu?" tanya Kangin polos.
"Perang-perangan ya?" tambah Shindong.
"PINTU RUMAHKU!!"
"HASIL KERINGAT BERHARGAKU!!
"AWAS KALIAN,,HAAA!!" EunTae langsung menerjang dengan ganas.
"HUWAAA. . ." BLAMM, BAK BIK BUK!!
"Eh eh tunggu tunggu, aku jadi wasitnya ya!" kata Donghae bersemangat.
"Ayo ya ya ayo ayo terus ya ya terus ya bagus ayo lawan lawan lebih keras ha ha banting cekik lempar ya ya tendang pukul. . ."

"Sudahlah, lupakan mereka, mataku capek!" kata Heechul dan mendapat anggukan persetujuan dari yang lain. "Ayo masukan saja barang-barangnya!"
Mereka membawa masuk barang barang itu.
"Err apa kita yakin, eng maksudku dengan barang barang. . .(cegluk) i ini.." kata Leeteuk.
"Sangat yakin, ini keahlianku" Heechul senyum manis sambil bersmirk membuat yang lain bergidik. "A aku jadi tak yakin!" gumam Kibum.
"Hem!" semua setuju.

"Hyung hyung kami menemukannya, hosh hosh" Ryeewook dan Hankyung lari dengan nafas memburu dan keringat bercucuran.
"Kalian datang juga akhirnya eh" komentar Heechul tak bersahabat.
"Go gomen hyung, tadi kami lupa meninggalkannya di keranjang pakaian" mereka berdua nyengir lebar.
"Keranjang pakaian?" tanya Siwon.
"Ya saat kami mengambil barang ini, kami melihat sebuah swalayan memberikan banyak diskon hari ini" kata Ryewook.
"Tanpa menunggu kita langsung masuk dan buru-buru belanja sampai lupa dech!" tambah Hankyung.
BLETAKK!! "Aw itaiii" pekik mereka berdua karena digetok Heechul.
"KALIAN TAU KAMI SAMPAI JAMURAN MENUNGGU BAKA!" kesal Heechul.
"Go gomen hyung, ampun~" melas Ryewook
"Jamurnya mana, aku punya obat jamur kok, sungguh tak bohong" kata Hankyung penuh keyakinan.
Muncul banyak persimpangan di kening Heechul dan yang lain.
"Angkat mereka!" perintah Heechul.
"Baik!" Leeteuk dan Siwon mengangkat Ryewook, Heechul dan Kibum mengangkat Hankyung.
"HYAAA AMPUNN TIDAK TIDAK. . ." teriak keduanya saat diangkat ke atas kepala.
"Wu Wu Wu Wu AUO~ Ha ha hu ha hu ha !" Heechul dkk berteriak-teriak ala suku dayak yang hendak membakar buruan.
"TOLONG TOLONG HUEEEE. . ." teriak kedua korban menangis histeris.
"LEMPAR!!"
"GYAA" BUKK,,

.
.
.
Setelah pertarungan selesai, serta menceramahi Ryeewok dan Hankyung, semua berkumpul dengan serius.

"Bukankah ini seperti banteng bercula ya?" komentar Heechul.
"Hn kurasa iya" kata Taekyung.
"Apa yang mereka katakan?" tanya Eunhyuk.
"Masing-masing kubu mempunyai simbol tertentu" kata Ryewook.
"Dan dalam pertarungan, pihak yang kalah akan memberikan emblem itu pada pemenangnya" tambah Hankyung.
"Semacam bukti telah ditahlukan ya" komentar Kibum.
"Kurasa benar" sahut Yesung.
"Eh kau sudah sadar hyung?" tanya Kibum.
"Udah, apa aku boleh pingsan lagi?" tanya Yesung dengan wajah polos.
"Tidak boleh!" jawab mereka kompak.
"Baik" Yesung langsung diam tak bergerak, semua melongo karena bingung.
"Hayah sudahlah" komentar Heechul.

Saat ini mereka tengah berkumpul di sekeliling sebuah meja. Mereka tengah meneliti barang yang dibawa Ryewook dan Hankyung tadi.

"Eh Kyu kau kenapa?" tanya Sungmin bingung.
"Sudah kuduga, Kyu sensei tidak beres" komenter Shinichi.
"Diam kau anak kecil!" Kyu mendeath glare. Shinichi menjulurkan lidah.
"Sudah! Kalian ini, eh tapi Kyu sepertinya aku pernah melihat benda yang seperti itu"
"Hyung juga? Kurasa aku juga" kata Kyu. "Em tapi dimana ya?"
"Iy dimana ya?" Sungmin mengerutkan kening.

". . ."
". . ."

Kyu dan Sungmin sontak saling memandang, "YUUKI!!" teriak mereka.
"Hoy ngapain teriak nama anakku baka?" sembur Eunhyuk.
"Hyung aku ingat, Yu-chan punya benda seperti itu!" tunjuk Kyu.
"Benar, malahan waktu itu dia tanpa sngaja menjatuhkannya di depan kami!" tambah Sungmin.
"Hanya saja bersimbol burung phinix" Kyu menatap semua dengan yakin.
"Apa benarkah?" Eunhyuk kaget.
"Y Yu-chan kita?" tanya Leeteuk memastikan.
"Ku harap ini tidak buruk!" kata Siwon.
"Phinix?" tanya Ryewook.
"Oh iya, bukankah Phinix itu yang pernah mengalahkan kubu banteng bercula ini" seru Hankyung.
"APA?" teriak semuanya kompak.
". . . ."
". . . ."
"YUUKIII!!" SREET, TAP TAP TAP BRUAK. . .Tanpa menunggu mereka semua langsung melesat pergi secara brutal, meninggalkan Shinichi seorang diri.
"Y Yu-chan?? A apa maksudnya? A apa hubungannya?" bingung Shinichi.

". . ."
Krik Krik Krik Krik. . .

"HOY! TEMENI AKU KEK BARANG 1 ORANG, KENAPA AKU DITINGGAL SENDIRIANNN. . .Ohok ohok! Sial tidak berperasaan!" gerutunya.
.
.
Tap
Tap
BRUAK
"GYAAA" teriak Hye dan Minyu kaget lantaran pintu rumah Eunhyuk langsung jebol diserbu mereka.
"Dimana Dimana mereka?" tanya mereka.
"A apanya?" bingung Hye.
Heechul langsung maju dan, "Dimana dimana dimana. . . .
Kesana kemari cari-cari yuki-. . ." Heechul menghentak-hentakkan pinggulnya. "-Namun yang kutemui Hye dan Minyu, sayank.. Yang kudapatkan oh salah orang.. Kema. . ."
BLETAKK,,"Aduuh sakit!" pekik Heechul digetok EunTae.
". . . ."
"Dimana mereka?" tanya Eunhyuk.
"Kami menguncinya di kamar"
Eunhyuk menatap Taekyung, "Kuharap anakmu tidak berbuat aneh-aneh" deathglarenya.
"Ck sayanknya kuharap iya, agar kita bisa satu lawan satu" balas Taekyung.
"Sudah, pergi saja ke lantai atas" kata Hye malas.
"Benar-benar" kata Minyu sambil beranjak pergi bersama Hye.
.
.
.
Ceklek,,!! Dengan perlahan mereka mendorong pelan pintu kamar dimana YU berada. Semua melonggokkan kepala ke dalam kamar.

Di dalam kamar terlihat Yuki yang tengah tidur di pangkuan Yuurei yang juga tengah tertidur dengan bersandar dan tangan Yuurei tengah menggenggam tangan Yuki.

"Eng, mereka masih tidur" komentar Heechul pelan.
"Ck posisi apa itu?" komentar Eunhyuk.
"Tidak kreative" tambah Taekyung.
"Kau benar, masih kalah jauh dari kita" tambah Eunhyuk.
Semua menatap EunTae dengan bingung, "Eng kalian sudah setuju menjadi keluarga ya?" tanya Leeteuk.
"Kata siapa?" Sembur EunTae sambil melotot.
"Ah ti tidak-tidak, iya kan Won?" gugup Leeteuk, Siwon mengangguk-angguk.
"Aku tidak setuju, tidak setuju hyung~" rengek Kyu kesal sambil menggoyang-goyangkan bahu Sungmin secara brutal.
"Enak~" kata Shindong.
"Hm iya enak sekali" kata Kangin.
Semua mengalihkan pandangan ke belakang dan didapatinya Kangin dan Shindong tengah sibuk melahap kue hasil merampok kulkas.
"Ada esnya tidak?" tanya Kibum.
Merasa diperhatikan, "Err ha hanya tanya" tambah Kibum.
"Eng aku tak mau membersihkannya" komentar Yesung memperhatikan tumpahan kue yang jatuh ke lantai.
Semua memicingkan mata menatap Yesung dan berkata, "Memangnya siapa yang menyuruhmu?"
Yesung menjawab, "Inisiatif saja" Yesung senyum manis, semua sweetdrop.

SREET SREET, Donghae yang tengah jongkok di bawah mereka tengah menarik-narik celana EunTae.
"Ck apa sih?" kesal Eunhyuk.
"Ada apa?" tanya Taekyung.
"Eng Yu Yuurei sudah bangun" tunjuknya pada Yuurei yang tengah berdiri melipat tangan.
"Eh err h hay R Rei" sapa mereka kompak sambil senyum gugup.
". . ."
"Em se sepertinya kita mengganggu" komentar Sungmin.
Yuurei berjalan pelan menuju pintu sambil mengeluarkan sebilah pedang dari bawah kasur.
Semua melotot, "GYAAA. . ." teriak para Yakuza kompak.
Shindong dan Kangin tersedak dan langsung lari menuju dapur.
EunTae lari berlawanan arah dan saling menabrak menuju kamar Eunhyuk diikuti Donghae.
Heechul lari menuju kamar Minyu dan Hye.
Kyu langsung lari menggendong Sungmin menuju lemari kaca.
Siwon dan Leeteuk lari menuju kamar mandi.
Yesung lari menuju gudang.
Kibum lari menuju kulkas.
Ryewook dan Hankyung melompat sembunyi di atap.

". . . ."
Krik Krik Krik. . . .
Sunyi. . . .
Yuurei melihat sekeliling.
"Hn sudah bersih. . ." Brakk, pintu langsung ditutupnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: