RSS

||**((My Enemy is Akuma))**|| Chapter 2!!

30 Nov

||**((My Enemy is Akuma))**||

Chapter 2 (>.<)

Pelajaran berlangsung dengan tenang dan damai sampai. . .
"Em gomenasai sensei, bukankah itu seharusnya 9 : 3 : 3 : 1 ?",,seorang murid perempuan mengangkat tangan.

Kelas menjadi hening, semua yang ada dalam kelas menatap ke sumber suara. Namun hanya sebentar karena menurut mereka itu sudah biasa, siapa lagi kalau bukan,,

"Ah ya kau benar Momo-chan",, Majika sensei meneliti tulisannya dan membetulkannya.
"Arigatou Momo-chan, kau memang kebanggaanku" Majika sensei tersenyum manis.

Riyuuki melirik sekilas gadis itu, lalu dengan wajah cuek mengalihkan pandangan ke luar jendela kembali.

Tiit. . . .
*Misaki Momo*
Bergelar: putri Matahari dari planet tak berarah (?? ^o^')
Ciri-ciri: tinggi 163 cm, berat 42kg, rambut panjang berwarna coklat kekuningan, bola mata berwarna emerlad, spesis Jepang dan ada keturunan Korea dari nenek,
berwajah cukup cantik dan manis.
Tipe gadis peduli kasih, ramah, dan lincah. Bisa dibilang salah satu sahabat Moru tetapi bukan sahabat dari sahabat Moru,,
(tahu kan maksudnya? Yang tidak tahu dianjurkan harus tahu ya^^)
Yap dia musuh + saingan terkuat Ryuuki dalam hal kepintaran pelajaran. Hanya tinggal bersama kakek dan kakak laki-lakinya.
Umur: 17 tahun
Kelebihan: akal yang tak terduga. Satu-satunya gadis yang kebal pada godaan (??)
Kekurangan: sering ceroboh dan buta arah stadium akut n_n"

Tet. . .Tet. . .Tet. . .(Istirahat)

"Baiklah hari ini sampai di sini dulu perjumpaan kita. Jangan lupa kerjakan soal hal 185 sampai hal 200 di buku tugas. Bagi yang tak berminat, dengan senang hati sensei ijinkan menemani Moru sebagai penghuni toilet sejati, kalian senangkan?"

Hening. . . .Krik Krik Krik. . .

"Wajah kalian manis sekali, baiklah sensei pergi dulu ya",,Majika sensei tersenyum manis dan melangkah pergi.
(Baca: semua sweetdrop =.=")

Glubakk,, teman sebangku Momo menjatuhkan kepala di atas meja dengan lemas.
"Hikz, guru ini makin lama makin mirip iblis wanita saja" gerutunya.

Tiiit. . . .
*Nayomi Yuri*
Gadis tomboy namun bisa menjadi manis di depan Moru karena dia menyimpan rasa padanya.
Ciri-ciri: tinggi 165 cm, berat 43 kg, rambut sebahu berwarna coklat, bola mata berwarna coklat, species asli Jepang.
Umur: 17 tahun
Kelebihan: setia, menatap masa depan hanya pada Moru,, (??")
Kekurangan: fanatik dengan cerita cinta, bisa menggila.

"Em tidak terasa sudah 4 jam ya, pantas sudah jenuh",,kata Momo sambil merapikan buku.
"Uugh bagiku bukan jenuh lagi, frustasi iya!" gerutu Yuri, Momo terkikik.
"Hikz kasihan Moru" Yuri bermuka masam.
"Em iy kau benar,, ah ya bagaimana kalau membantunya?" seru Momo semangat.
"Membantunya? Maksudmu membersihkan WC??" tanya Yuri.
"Tentu saja, em memang membersihkan apalagi?" tanya Momo dengan bingung.
"Itu bagaimana ya. . .",, Yuri tampak berfikir. "Baiklah ayo, akan kulakukan demi Cinta" serunya semangat.
"Sudah diputuskan, ayo pergi!" tanpa peringatan Momo menarik tangan Yuri dan mengajaknya berlari.
"Hyaaa pelan-pelan Momo-chan. . ." pekik Yuri.

5 menit kemudian Momo menghentikan larinya dan berbalik menghadap Yuri yang tengah ngos-ngosan di belakangnya.
"Eh Yuri-chan toilet arah mana ya?" tanya Momo innocent.
"Ha apa?. . . ." GUBRAKK!! "K kau ini. . . . .KENAPA TIDAK TANYA DULU TADI EH??" sembur Yuri, sampai membuat siswa siswi yang melintas berhenti berjalan.
"A i itu gomen, tak terfikirkan tadi,," Momo menggigit jari dengan wajah bersalah.
"Hah~. . .Besok benar-benar kumintakan denah sekolah untukmu!" ucap Yuri pasrah. "Sudah tak apa, ayo sini kutunjukkan 'lagi' tempatnya" Yuri menggandeng lemas Momo yang kebingungan.

"Ini toilet!!" tunjuk Yuri penuh penekanan.
"Ah benar disini" Momo menepuk tangan dengan ceria.
"Kau memang pintar tapi juga terlalu bodoh,," celetuk Yuri, Momo tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya.
"Baiklah kau ke toilet di ujung koridor, aku akan ke toilet yang sebelah sana!"
"Baik. . ." Momo langsung melesat pergi ke toilet yang paling jarang didatangi.

Sesampainya disana Momo mulai masuk dan mencari. Dia memanggil – manggil nama Moru namun tak ada jawaban. Akhirnya Momo memutuskan untuk kembali ke tempat Yuri,,namun ketika di depan pintu terdengar. . .#Kricik kricik kricik!! (baca: suara gemericik air ^_^) dari arah toilet cowok.
"Eh suara air,, ah iya Moru kan cowok jadi pasti membersihkan toilet cowok" Momo langsung bergegas masuk ke dalam toilet.

"Em bilik yang mana ya? Ah pasti yang itu" gumam Momo pelan menunjuk satu-satunya bilik yang tertutup.
"Moru-chan, ku kagetkan kau?" dengan jail Momo mengendap-endap dan bersiap menendang pintu bilik tersebut.
1

2

3
BRAKK,,"Aku menemukanmu. . .!" teriak Momo ceria.
SRUUT,,sebuah celana jatuh bebas ke lantai.
. . .
(Hening)
. . .
Dua buah mata saling beradu,,saling meneliti obyek di depannya,,
waktu seakan berhenti,,
hanya terdengar detak jantung yang tetap memompa,,

1 menit. . .

2 menit. . .

3 menit. . .

"GYAAA. . . .!!" teriak histeris keduannya membahana memenuhi toilet.
"TOMATTT. . . ."
"SETANN. . . ."
Teriak keduanya bersamaan dengan saling menunjuk.

. . .Tsuzuku. . .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 November 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: