RSS

||#(( Ai no Baka ))#|| Chapter 6!!

01 Des

~//(( Ai no Baka ))\\~

Chapter 6 >.<

~**~
Saat pulang sekolah. . .
"Sakura maukah kau menemaniku ke toko buku?" tanya Hinata.
"Ah boleh, ayo" jawab Sakura.
"Kalian mau kemana?" tanya Sasuke.
"Toko buku, kau pulang duluan saja ya su a mi ku"kata Sakura jahil membuat Sasuke blushing.
"Saku aku. . ."Sasuke cemas.
"Tenang saja aku akan hati-hati dalam menyebrang" kata Sakura.
"Dia sudah menunggu, kita harus cepat, agar Sasuke tak curiga Saku-chan?" bisik Hinata.
"Iya, ayo"

"Baiklah kau ikut aku saja Sasuke, aku ingin beli baju buat acara kencanku dengan Hina-chan" kata Naruto.
"Cih, kau seperti perempuan saja" ejek Sasuke.
"Hey ayolah, aku butuh pengamat, lagipula kau juga bisa ikut membelinya mungkin buat kencan dengan Sakura-chan, jangan bertengkar terus bisa cinta loh" Naruto tertawa jail dan menarik tangan Sasuke.

~**~
Malam hari di rumah Sasuke. . .
"Sakura, selamat tidur"
"Iya selamat ti. . ."cup, Sasuke mencium kening Sakura.
"Eh Sasuke" Sakura blushing.
"Kenapa, kau kan istriku" senyum jail Sasuke.
"Oh istrimu, kalau begitu, kenapa kau selalu tidur di kamar sebelah?" tanya Sakura tak kalah jail.
"Ah su sudahlah,aku tak kan bercanda lagi" kata Sasuke dan Sakura tertawa kecil, "Makanya jangan jail, tapi terimakasih sudah menjaga dan sampai membawaku ke sini walau dengan alasan yang aneh"
"Hey kau ini, baiklah aku tidur dulu, selamat malam"
Sasuke buru-buru menutup pintu dan masuk ke kamarnya.
"Hah dasar tuan kutub, lucu sekali, suami darimana, dari hongkong, akan ku balas kau" kata Sakura tertawa kecil.

Sasuke berbaring di tempat tidur,"Hah jantungku rasanya mau meledak, apa jadinya kalau aku beneran tidur dengannya, tidak tidak jangan jangan" Sasuke menenggelamkan diri dalam selimut.

~**~
Pulang Sekolah. . .
"Saku-chan nanti kau jadi ikutkan?" tanya Hinata.
"Tentu" jawab Sakura ceria.
"Jadi apa?" tanya Sasuke.
"Lihat kembang api dari atas bukit" jawab Naruto semangat.
"Aku malas" jawab Sasuke.
"Kita pergi sama-sama ya" kata Sakura memelas.
"Kau ini"
"Ayolah" puppy eyes no jutsu.
"Ayolah Sasuke" Naruto dan Hinata ikutan.
"Hah iya iya. Ayo pulang" Sasuke merengut.

~**~
. . .Pesta kembang api. . .

"Uahh bagus sekali" Sakura tertawa senang.
"Iya kau benar Saku-chan" Hinata dan Naruto bersemangat sedangkan Sasuke hanya diam berwajah bosan.
"Sst sst…Hina-chan dia sudah datang" Naruto berbisik.
"Ah benar itu dia. . .Saku-chan ini saatnya, siap-siaplah" bisik Hinata dan Sakura mengangguk.

"Ah ya ampun lihat itu indah sekali dan itu juga ba. . ."Brukk, Sakura menabrak seorang pemuda. "Ah maaf" kata Sakura.
"Hey kau Sakura kan?" tanya pemuda itu.
"Eh kau?" kata Sakura terkejut.
"Kau kenal dia" Sasuke menatap pemuda itu.
"Ah Neji-nii, kau di sini?" tanya Hinata. Sasuke menatap bingung.
"Hey Sasuke, dia Neji, sepupu Hinata, wajar kau tak tahu dia baru pulang dari Korea" Naruto menepuk bahu Sasuke.
"Perkenalkan aku Neji" mengulurkan tangan.
"Sasuke Uchiha" jawab Sasuke dingin menghiraukan tangan Neji. Merasa Sasuke tak bersahabat Neji menarik tangannya.

'Tak kusangka aku langsung dapat tatapan setan darinya' batin Neji yang masih saling tatap-tatapan.

"Aku bertemu dengannya kemaren" kata Sakura, sedangkan Sasuke malah mendeathglare Neji.
"Ehem, Sasuke jaga sikapmu" Naruto menyikut pelan.
"Ah Neji-kun, kau kesini bersama siapa?" tanya Sakura.

'Kun? Dia juga diberinya embel-embel kun? Sial' Sasuke kesal.

"Aku sendirian, ternyata aku beruntung bisa bertemu denganmu lagi" Neji tersenyum.
"Cih" Sasuke membuang muka.
"Eh bagaimana kalau Neji-nii bergabung saja dengan kami" saran Hinata.
"Hn baiklah" kata Neji.
"Hey ayo kita duduk disana, aku rasa enak agak sepi" kata Naruto. Dan akhirnya mereka mengikuti Naruto ke atas bukit.

"Em Sakura bolehkah aku mengatakan sesuatu?" tanya Neji.
"Eh tentu saja, memangnya ada apa Neji-kun" tanya Sakura.
"Em bisakah kita bicara berdua saja?"
"Eh berdua? Ah itu. . ."
"Tentu saja bisa, sudah sana" Hinata mendorong Sakura pergi. Sasuke langsung berdiri tapi langsung di tarik Naruto, "Eh Sasuke biarkan saja, jangan mengganggunya"

Sakura dan Neji pergi ketempat tak jauh dari tempat mereka tadi. Dari tempatnya, Sasuke selalu melirik tak suka Sakura yang terlihat tertawa bersama Neji.
"Hey lihat mereka serasi ya" Naruto tersenyum jail.
"Benar, aku rasa Neji-nii menyukai Sakura" tambah Hinata.
"Ah aku harap Neji menebak Sakura saat ini juga" kata Naruto bersemangat tanpa memperdulikan wajah kusut Sasuke di sampingnya.
"Hey hey kalian lihat itu" Hinata menarik tangan Naruto.
"Hah hebat, ayo ayo" Naruto mengepalkan tangannya semangat. Ternyata di ujung sana terlihatlah Neji yang wajahnya mendekat pada wajah Sakura yang memerah, mereka terlihat hendak berciuman saja.
"Sas li. . .Hey Sasuke mau kemana?" Naruto menahan Sasuke yang mengepalkan tangan hendak menuju kesana.
"Lepaskan aku" dengan dingin Sasuke menatap Naruto.
"Hey ayolah, biarkan mereka"
"Lepaskan"
"Sudahlah bi. . ."
"AKU BILANG LEPASKAN BODOH" teriak Sasuke marah dan mengkibaskan tangannya dengan kasar dan pergi.

"Hey kita. . .Berhasil" Naruto tersenyum lebar.
"Benar, sukses" Hinata tertawa.
Tapi. . . "Uwah gawat, SASUKE HEY JANGAN. . ." teriak Naruto panik dan DUAK, Neji tersungkur di tanah.
"Astaga hentikan Sasuke-kun, sudah" Sakura menahan Sasuke.
"JANGAN SENTUH DIA!" teriak Sasuke pada Neji.
"Neji-nii kau tak apa?" Hinata menatap Neji cemas.
"Sasuke kau kenapa?" Naruto menatap Sasuke.
"Hey, kenapa kau marah?" tanya neji santai mengelap darah di bibirnya.
"Bukan urusanmu"
"Akan menjadi urusanku karena aku menyukai Sakura"
"APA, KA. . ."
"Sasuke hentikan!" cegah Sakura.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: