RSS

||#Saigo no Teki#|| Chapter 4!!

01 Des

((S a I g 0 no T e K i))

~**Chapter 4**~ >.<

"Aargg aku badmood berat" Rukia duduk di taman dan mencabuti rumput dengan brutal.
"Kau berbakat jadi tukang kebun midget"
sebuah suara familiar sedikit mengagetkan Rukia.
Ichigo berjalan mendekat. Rukia meliriknya tajam lalu membuang muka.

'Hn tumben tidak langsung mengomel, apa sakit? Ah apa dia juga lupa ya yang kemaren?' Ichigo menatap heran Rukia.

"Aku tak menyangkah sepertinya kau tidak keberatan menerima ciumanku ya" ejek Ichigo sambil mendudukkan diri disamping Rukia.
". . . ."

'Ciuman? Uwekk siapa juga yang bakal tidak keberatan disentuh bibir yang sudah kadaluarsa di tangan gadis-gadis, dasar playboy' Rukia mengomel dalam hati.

"Hoy diam sekali, kau sakit midget?"
". . ."
"Ck sudahlah" Ichigo menjatuhkan punggungnya di rerumputan.

Suasana hening, padahal biasanya mereka pasti akan selalu ribut.

"Oh ya, hoy kau tadi ke atap ya" tanya Ichigo mengisi keheningan.
Rukia tersentak"…Tidak" jawab Rukia. "Sudah sana pergilah saat ini aku tak berminat meladenimu" Usir Rukia mendorong dan menggulingkan tubuh Ichigo.
"Hoy kau kenapa sih midget, hari ini kau sa-ngat a-neh"
"Terserah aku bodoh, sudah sana urusi saja wanita-wanitamu jangan menggangguku jeruk" hardik Rukia kesal.
Ichigo mengerutkan kening, sedetik kemudian tawanya lepas dengan kerasnya.
Rukia menatap bingung, "Kau gila jeruk?"
"Ternyata kau cemburu padaku ya midget, hahaha"
Rukia melotot "A apa?"
"Kau tadi melihatku di atap kan, iya kan terus kau cemburu dan kesal mencabuti rumput disini, hahaha" Ichigo dengan blak-blakan mengutarakan opininya err atau faktanya ya.
Pipi Rukia merona, dia mengembungkan pipinya dan menatap tajam Ichigo.
"Kau!! DASAR JERUK BUSUK, JANGAN PD KAU BODOH!!"
BLETAKK,,
"Aww SAKIT MIDGET" Ichigo memegangi kepalanya yang dijitak Rukia.
"Mau lagi, dengan senang hati akan ku be. . ."
"Ichi-kun" sebuah suara memotong perkataan Rukia.
Seorang gadis berdiri di depan mereka. Dia adalah Senna, anak 2-B2. Wajah cantiknya tampak sayu menatap Ichigo.

"Hn ada apa?" Ichigo bertanya dengan dingin.
"A aku ingin bicara" Senna menatap harap Ichigo, "Kumohon"
Ichigo menatap balik Senna dengan datar. Rukia hanya bengong, apalagi melihat perubahan sikap Ichigo.
'Ini anak makannya apa ya, jeruk dua dimensi ya, a auranya jadi dingin begini'

"Bicaralah"
"A anu ta tapi…" Senna melirik Rukia dengan pandangan tak suka, 'Ada pengganggu disini'
Rukia yang dilirik begitu, langsung manyun, "Ya ya aku per.."
GREPP,,
Ichigo menahan lengan Rukia, "Diam saja disini, aku masih ada urusan denganmu" Rukia bengong tapi entah mengapa menurut dan duduk kembali.
"Cepat katakan!"
Senna terlihat kesal, "Aku sangat mencintaimu Ichi-kun jadi aku…"
"Belum cukupkah yang aku katakan tadi" potong Ichigo.

*FLASHBLACK ON*
"Ichi-kun aishiteru"
Seorang gadis berdiri di depan seorang pemuda berambut orange yang berwajah dingin.
"Pergilah, aku tak menyukaimu"
"Ichi aku sudah menyukaimu sejak pertama masuk SMA, ja jadi aku mohon beri aku kesempatan" gadis itu menangis.
Ichigo berjalan mendekati gadis yang kini tengah bersandar pada dinding. Dia meletakkan satu tangannya di samping kepala gadis itu dan satu tangannya dimasukkan kedalam saku celana.
Ichigo menunduk dan berbisik di dekat telinga gadis itu, "Lupakan aku! Sudah ada gadis yang merebut hatiku, kau mengerti tak akan ada kesempatan untukmu atau untuk yang lain. Jadi jangan mengganggu dan mengejarku lagi!"

TAP TAP TAP TAP. . .
Ichigo mengerutkan kening mendengar sebuah langkah keras yang semakin mengecil dari tangga.
"Kuharap kau mengerti"
Ichigo berjalan pergi, meninggalkan gadis itu yang menunduk dan menangis sedih. Saat mencapai pintu Ichigo melihat siluet gadis munggil di lantai dasar tangga.

*FLASHBLACK OFF*

"Aku tak bisa melupakanmu" gadis itu menangis lagi.
". . ."
"Aku. . ."
"Kalau tak ada lagi, aku pergi sekarang" Ichigo berdiri tak lupa tangannya menarik tangan Rukia yang berwajah bingung, tak mengerti, 'Memangnya apa yang terjadi sih?'
"Ichi-kun tunggu, aku. . ."
"Gomen!" hanya itu tanggapan Ichigo lalu berjalan pergi.

"Hah merepotkan sekali" gerutu Ichigo berdiri di bawah pohon Sakura di belakang sekolah.
"Hoy jeruk ada apa sih tadi?" tanya Rukia dibelakangnya.
"Eh midget kenapa kau ada disini?" tanya Ichigo seolah sangat terkejut.
"Kenapa apanya, kau kan yang menarikku kesini bodoh" sembur Rukia.
"Benarkah? Padahal tadi aku hanya menarik tanganmu saja bukan kaunya" Ichigo berwajah innocent.
"Kau!! Arrggh aku bisa gila menghadapimu" Rukia membuang muka kesal.
Ichigo tertawa dan mengacak rambut Rukia.
Pipi Rukia sedikit merona dibuatnya. "A apa sih"

'Tu kan apa yang ku bilang dua dimensi tadi berubah kayak beruang kutub sekarang ribut lagi'

"Kenapa midget?"
"Tidak ada, sudah sudah, aku pergi" Rukia berbalik pergi.
"Hoy kemana midget?"
"Bunuh diri" teriak Rukia.
"Eh jangan! Mending kubunuh saja"

BRUAK,, GELONTANG!!
Sebuah tong sampah melayang hendak menghantam Ichigo.
"Kau yang akan kubunuh duluan jeruk"
Rukia meneruskan jalannya meninggalkan Ichigo yang terkikik.
"Benar-benar gadis super" gumam Ichigo.

"Hah bosan, sepi dech" keluh Rukia duduk sendirian dikelas, semua temannya entah kemana.
"Tau begini tadi di halaman belakang saja, itung-itung ada jeruk yang menggangguku, aa~ bosan~" desah Rukia.
"Eh barusan yang lewat bukannya Kaien-senpai ya" Rukia bertanya pada dirinya sendiri. Dia buru-buru mengejarnya,
"Ka…Eh?"
Rukia tidak jadi memanggilnya, lantaran senpainya itu sudah menghilang. Koridor lantai dua kini sepi tak ada siapapun semua lebih memilih ke lantai bawah karena dekat kantin.
"Kemana tadi ya?" Rukia bingung.
"Sudahlah" Rukia hendak berbalik tapi daun pintu dari salah satu kelas bergerak sehingga menarik perhatiannya.

Dengan pelan Rukia mendekati pintu itu, mendorong sedikit dan dia ternganga menatap apa yang ada di depannya.
Kaien tengah berciuman dengan seorang gadis bahkan kini tengah menciumi leher gadis itu sampai membuat gadis itu mendesah.
"I i i i itu i i itu. . .Ehmmp" Rukia ditarik kebelakang oleh seseorang, mulutnya dibungkam dengan sebuah tangan.
"Kau"
"Ssst"
Belum sempat protes, dia telah ditarik pergi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2011 in Fanfiction, Part

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: