RSS

||*Angel & Bintang*|| ((TaeMi))

09 Feb

((Oneshoot))

Minyu POV

*Pernah ada, rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan,,
Ingin kulupakan, semua tentang dirimu,,namun tak lagi kan seperti dirimu oh Bintangku..*

Cinta?
Iy aku pernah mengenalnya, merasakan jatuh cinta. Aku memiliki bintang yang sangat terang bahkan karena gemerlap cahayanya aku sampai merasa silau. Namun sekarang hatiku beku serasa tertutup gerbang es abadi yang tak kan pernah mencair.
Duniaku kini gelap tanpa adanya Bintangku.

Normal POV

“Kak Taekyung, kau sedang apa disitu?” Seorang gadis manis berlari-lari kecil menuju ke arah pemuda yang tengah duduk di bawah pohon sakura di belakang rumah si gadis.

“kemarilah, ini lihatlah” pemuda itu tersenyum memperlihatkan hasil lukisannya.

“Wah bagus sekali, ah tapi di sini aku terlihat lebih cantik, kakak mengejekku ya”. Gadis itu mengembungkan pipinya.

“Eh kau kan memang cantik Minyu”. Pemuda itu tertawa kecil dan mencubit pipi gadisnya.

“Tu kan kau mengejekku lagi”. Melipat tangan di dada.

“Sini mendekatlah”. Menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Minyu, apa suatu saat kau akan melupakanku?”

“Eh? Kak Taekyung mengapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja tidak akan pernah, hanya kaulah satu-satunya bintangku”. Gadis itu tersenyum.

“Aku senang sekali mendengarnya, aku bisa tenang sekarang, terima kasih my Angel”. Pemuda itu mencium kening gadisnya.

“Kenapa kau berbicara aneh hari ini kak”. Gadis itu terlihat bingung.

“Tidak apa-apa my angel, (tersenyum), tapi jika suatu hari aku tidak ada, kau tetaplah harus selalu tersenyum dan hidup bahagia, berjanjilah”. Memandang lekat wajah gadisnya dengan pandangan yang sulit dilukiskan.

“Kakak sudahlah jangan bercanda seperti ini, kau membuatku takut, aku tidak mau hidup tampamu”. Gadis itu semakin memeluk erat pemudanya.

“Iya iya maaf, tapi janji ya, aku sayang padamu, aku mencintaimu my angel, selamanya”. Pemuda itu mencium bibir gadisnya.

“Aku juga mencintaimu bintangku”. Terlihat pancaran bahagia di mata gadis itu.

2 hari kemudian..

Seorang gadis sibuk mondar mandir di depan kaca.

“Ah jantungku berdebar dengan kencang, aduh bagaimana ini, penampilanku sudah bagus tidak ya..”

Gadis itu memperhatikan pantulan dirinya di cermin. Dia sangat cantik. Rambut panjangnya digerai, gaun putih sederhana dan make up minimalis, benar-benar bagai seorang bidadari.

Hari ini hari yang istimewah. Sang bintang akan datang melamarnya, akan di adakan acara pertunangan di rumah ini dan penikahannya sebulan lagi.
Tok tok tok…
“sayang, ayo keluar mereka akan segera datang”. Sang ibu memanggilnya.

“Ah iya ibu, aku segera keluar.”

Di ruang tamu, sudah berkumpul kedua keluarga. Hanya saja bintang yang ditunggunya belum datang masih dalam perjalanan setelah mengambil pesanan cincin pertunangannya.

Lama mereka menunggu, semua merasa cemas, terutama si gadis,hatinya terasa nyeri sampai…

…I wanna love you, I wanna with you geu dae do neu gina yo nae mameul…

“Ah hallo, kak Taekyung kau dimana?” Gadis itu cemas dan sedikit lega. Namun orang yang dimaksud tak langsung memberikan jawaban,,hanya,

“. . . . . My An gel.. a aku,, uhuk uhuk..hah..hah,,men cin,,hah hah,,tai mu….”

“kak, kau kenapa? Kak kenapa kau diam,,Kak jawab aku,,kau jangan membuatku takut,,KAK..KAK ADA APA…”.
Gadis itu jatuh terduduk, dadanya terasa sesak, air matanya mengalir dengan deras karena ketakutan, dan HP masih dalam genggaman di telinganya .

“a apa yang terjadi,kak jawab aku, ku mohon..”. Suara gadis itu melemah, dadanya bergemuru

‘Hey bagaimana kecelakaan ini, panggil ambulan cepat, ah gawat dia tidak bernafas..’
*DAAK* HP sang gadis melucur membentur lantai setelah mendengar suara gaduh di seberang sana..

1 Minggu kemudian..

*Pernah ada, rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan,,
Ingin kulupakan, semua tentang dirimu,,namun tak lagi kan seperti dirimu oh Bintangku..*

Seorang gadis berdiri di bawah pohon sakura di taman rumahnya. Sudah 2 jam dia berdiri dan hanya memandang pohon tersebut dengan pandangan pedih. Setiap hari dia melakukannya.

Dia menyandarkan lukisan hadiah dari bintangnya di bwah pohon tersebut. Dalam lukisan tersebut terlihat seorang gadis berdiri dengan bahu dipeluk seorang pemuda di bawah pohon sakura dengan wajah ceria.

*Jauh kau pergi meninggalkan diriku,,
Di sini aku merindukan dirimu,,
kini ku coba mencari penggantimu, namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekashi*

“Maaf aku tidak bisa memenuhi janjiku,,sebesar apapun aku mencoba, aku tak mampu tersenyum tanpa ada kau disisiku,,aku tak mampu hidup tanpamu,,bintangku”.

Gadis itu menangis dalam diam dan memandang pedih seseorang dalam lukisan itu.

“aku merindukanmu, bolehkah aku berada di sisimu lagi Bintangku?”
“Tunggu ya, aku akan segera datang”. Gadis itu tersenyum.

. . . . . .
Sudah beberapa hari gadis itu tak pernah datang lagi ke tempat itu. Lukisan itu tetap tersimpan rapi di bawah pohon.

Dia tidak perlu lagi melakukannya, karena dia sekarang telah damai dan bahagia berada di sisi bintangnya, bersama selamanya.

Sang Angel dan sang Bintang kembali bersatu, jauh di sebuah tempat di dunia sana.
. . . . .

~*The End*~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2012 in Fanfiction, Oneshoot

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: