RSS

||#((BBSA))*Bad Boy si Akuma*#|| Chapter 8!!

09 Feb

~**Bad Boy si Akuma**~

Chapter ì8 >.<
*Ayo Bermain*

Hari Sabtu…
"Bocah sialan cepat atau ku tinggal" teriak Hiruma.
"Ah iya Mamo keluar sekarang" sahut Mamori.
Mereka berdua hendak pergi ke taman bermain karena ini janji Hiruma agar Mamori mau menghabiskan makannya.

Sesampainya di taman hiburan..
"Uwah ramai sekali, Hiru-nii ayo cepat-cepat" menarik tangan Hiruma dengan semangat. Hiruma pasrah saja ditarik-tarik, dia lega melihat Mamori tidak mendiamkannya lagi.

"Hiru-nii, naik itu ya" menunjuk permainan yang terdapat orang-orang menjerit-jerit di putar dan di bolak balik aka wahana Puting Beliung (?).
"Yakin?" Mamori mengangguk semangat.
"Terserah asal kau tak menangis minta pulang bocah sialan".

UWAHH.. KYAAA.. TIDAKK AAAA.. WAAH.. KYAAA..
Semua berteriak-teriak ada yang takut juga ada yang senang kecuali Hiruma yang duduk di samping Mamori, dia cuek justru asyik menggelembungkan permen karet sambil mainan HP.

Seusai permainan Hiruma dan Mamori duduk di sebuah cafe es cream. "Takud bocah sialan?" ejek Hiruma. "Ah ti tidak siapa, tidak takut kok" Mamori membuang muka.
"Oo terus itu apa, air mata sialan kan?" Mamori langsung mengembungkan pipi.
"Kekeke padahal baru begitu saja"
"Hiru-nii jangan mengejek terus"
"Bocah cengeng sialan, kekeke, sini" mengulurkan tangan mengusap genangan air mata Mamori.
"Kan Mamo cewek jadi ya tidak apa-apa menangis".
"Maaf ini pesanannya, satu rasa strawberry, satu rasa kopi" ucap seorang pelayan cafe.
"Ah terimakasih Kak"
Mamori dan Hiruma melahap es creamnya, lalu "Ck, bocah sialan makanmu rakus sekali lihat sampai membungkus pipi bakpaomu"
"Ah apa, mana? Ah belepotan, aduh" Mamori mengusap-usap pipinya dengan tisu.
"Masih ada bodoh"
"Dimana Hiru-nii?"
"Bodoh" Hiruma mengusap cream di sisi bibir Mamori dengan ibu jarinya lalu dijilatnya, "Manis"
"Benarkah, ah Hiru-nii juga" Mamori melakukan hal yang sama, Hiruma terdiam karena kaget. "Wekk Pahit" Hiruma seketika itu langsung tertawa.

Mereka memilih wahana selanjutnya..
"Berani?"
"Pasti"
"Ayo masuk"
"Tunggu!"
"Kenapa lagi bocah sialan?"
"Ta tapi jangan jauh-jauh dari Mamo ya"
"Kekeke, penakut" Hiruma menggandeng tangan Mamori.
Saat ini mereka tengah masuk ke wahana Kastil Setan.

Didalam gelap, suasana terasa mencekam bagi Mamori.Tak henti-hentinya dia membuka dan menutup mata juga meremas lengan baju Hiruma. "KYAAA" untuk kesekian kalinya dia menjerit saat hantu buatan muncul, dia menenggelamkan wajahnya pada lengan Hiruma.
"Ck lama-lama aku bisa tuli bocah sialan" gerutu Hiruma. Dia sangat tenang, mungkin karena rumah asalnya jauh lebih menyeramkan (baca: neraka). Karena kesal saat hantu muncul Hiruma menatapnya tajam,
".."
"UWAAH SETAN" teriak sang hantu.
"Eh Hi Hiru-nih kok barusan setannya teriak setan sih" tanya Mamori bingung.
"Ck tentu saja setan-setanan ya jelas takud sama setan beneran, kekeke"
"Eh be beneran, ma mana? Hi Hiru-nii takud" Mamori panik.
"Makanya ayo cepat kita keluar, bocah sialan, kekeke"
"B baik"

~**~
"Hah sudah Mamo enggak mau main wahana begituan lagi" srup, meminum jus apelnya.
"Kekeke kapok bocah sialan"
"Benar sekali, Hiru-nii jalan-jalan kesana saja yuk di festivalnya" tunjuk Mamori.
"Hn terserah" berjalan mengikuti.
"Ah itu itu, ayuk main tembak berhadiah itu" teriak Mamori semangat.
"Hn kau pintar memilih mainan, akan ku tembakkan bocah sialan"
Ceklek, Dor Dor Dor Dor Dor, 5 target sukses diselesaikan Hiruma hanya dalam beberapa detik.
Prok Prok Prok, "Uwah dia hebat, iya hebat" puji orang-orang.
"Anda hebat, selamat ini hadiahnya" kata penjual.
"Uwah boneka beruang, besar sekali arigatou paman dan arigatou Hiru-nii" cup, mencium pipi Hiruma.
"Ehem, cuit cuit, duh romantisnya" teriak orang-orang, membuat muncul semburat pink dipipi Hiruma sampai dia salah tingkah mau membuang muka kemana, sedangkan Mamori hanya tersenyum polos.
"Ayo pergi, dasar bocah sialan" gerutu pelan Hiruma menggandeng Mamori pergi.
'Sial baru kali ini aku harus salah tingkah di depan banyak orang, ck memalukan'
"Hiru-nii kenapa?"
"Ah apa? Ah tidak, ayo kesana main ikan" ajak Hiruma.
"Main tangkap ikan dengan kertas ya ayo"

~**~
"Ayo ayo ayo, terus pelan-pelan saja" teriak orang-orang memberi semangat.
'Ck sialan, dimana-mana kenapa muncul orang-orang sialan ini sih' gerutu Hiruma dalam hati.
Mamori dan Hiruma tengah bersaing tangkap ikan terbanyak, tapi jaring kertas Hiruma sobek terus.
"Ya sobek, Mamo dapat 15ekor, kalau Hiru-nii, eh cuma dapat 1 ekor ya?" innocent, okey malu lah Hiruma ditambah teriakan tawa orang-orang, "Sialan, ayo pergi"
"Ah sebentar, ini hadiahnya ikan yang ditangkap silahkan di bawa pulang nona"
"Ah benarkah? Arigatou bibi, eh Hiru-nii tunggu" mengejar Hiruma sambil membawa ikan-ikan kecil tersebut dalam kantong plastik.

Karena capek mereka memutuskan pulang. Sesampainya di apartemen Mamori sibuk memberi makan ikan-ikan kecil yang di dapatnya di akuarium. "Eh Hiru-nii lihat, mereka memakannya" teriak senang Mamori.
"Ck bodoh, pakek di bawa pulang lagi, melihatnya pengen kuinjak hidup-hidup, sial bikin malu saja ikan sialan itu" gerutu Hiruma di dapur.

Hoamm, "Ngantuk" Mamori akhirnya tertidur di atas karpet sambil memeluk boneka beruang pink hadiah tadi.
"Ck sudah bosan lihat ikan sialan?"
menatap ikan, blekutuk, "Apa lihat-lihat mau di makan hidup hidup ikan sialan" hardik Hiruma membuat ikan lari kalang kabut.
Beralih menatap Mamori, "Dasar, tidak baik cewek tidur di sembarang tempat" Hiruma tersenyum lalu pelan-pelan mengangkat Mamori dan memindahkannya ke kamar bersama boneka beruangnya tadi.

~Tsudzuku~

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2012 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , ,

One response to “||#((BBSA))*Bad Boy si Akuma*#|| Chapter 8!!

  1. aljapayo

    24 April 2012 at 1:21 am

    wah lanjut thor seru , lucu .kekeke YA-HA

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: