RSS

||#Saigo no Teki#|| Chapter 5!!

09 Feb

((S a I g 0 no T e K i))
~**Chapter 5**~ >.<

"Hey lepaskan jeruk, apa-apaan sih"
"Kau bertanya apa-apaan? Sendirinya malah tukang ngintip"
"A apa kau bilang? Enak saja, a aku tak sengaja bodoh, lagipula apa urusanmu jeruk"
"Ck harusnya kau berterimakasih padaku bukannya marah-marah"
"Untuk apa?"
"Untuk menyelamatkanmu dari ka ta rak" sindir Ichigo.
Wajah Rukia memerah, "K KAU!! Tch sudahlah aku tak mood berdebat denganmu" Rukia duduk menekuk kakinya dan menenggelamkan kepalanya di lipatan tanganya. Sehingga rok pendeknya sedikit tersingkap mengekspos paha putihnya.
Melihat hal itu Ichigo blushing, dia buru-buru melepas jaketnya dan menangkupkannya dipaha Rukia.
"D duduklah yang benar bodoh" nasehat Ichigo tapi tak dihiraukan Rukia sama sekali.

Hening,,mereka sibuk dengan fikirannya sendiri sampai Ichigo membuka suara,,
"Hey kau kenapa midget? Menyesal karena gagal mengintip" Ichigo pura-pura mengejek untuk mengusir kesunyian. Meskipun dia tau bukan itu alasannya.
"Diamlah jeruk!" balas Rukia pelan.

Ichigo memutuskan duduk diam di samping Rukia membuat suasana hening kembali,,

"Apa menyukai seseorang itu salah ya?" tanya Rukia tiba-tiba.
"Hn? Kurasa tidak! Itu hak semua orang"
Ichigo melihat Rukia masih dalam posisi semula, "Ck lupakan saja"
Rukia mendongakkan kepalanya. Dapat dilihat matanya terlihat sayu dan tengah bersedih.
Ichigo sedikit kesal dibuatnya.
"Ck menyebalkan" gerutunya pelan.
"Rasanya sesak mengingat hal tadi" Rukia menepuk dada kirinya.
Ichigo menatapnya,'Lebih sesak saat melihatmu bersedih karena orang lain bodoh'
"Ya jangan diingat"
"Susah bodoh" hardik Rukia.
"Ya usaha bodoh!! Memang apa bagusnya sih dia, sok keren juga" gerutu Ichigo.

BLETAK,,
"Aw, hey kenapa memukulku bodoh?"
"Makanya kalau bicara jangan sembarang"
"Terserah aku midget, apa urusanmu"
"TENTU SAJA URUSANKU JERUK, Aku kan. . .Aku. . ."
"Ck kau menyukainya kan? Kasihan tepuk tangan sebelah, mana bisa bunyi"
Wajah Rukia memerah, "Sudah diamlah bodoh!"
"Dia tak pernah menganggapmu wanita, kau kan masih dipertanyakan"
"Eh apa maksumu?" Rukia bingung. "Ah KAU!! KAU!! INGIN MATI RUPANYA" teriak Rukia kesal.
"Mana ada wanita seganas dirimu heh" ejek Ichigo.
"KAU!! Dengar! Kau pikir kau normal apa? Nama saja Ichigo=strawberry, rambut aja warna jeruk busuk, kening aja berkerut kayak kakek-kakek, dan satu lagi SIKAPMU,,cool katanya, cuih tidak sama sekali kau lebih mirip perempuan, cerewet, berisik, dan Kaien senpai jauh lebih baik daripada kau"
"CUKUP!!" teriak Ichigo kesal. Perempatan sudah bertumpuk-tumpuk di keningnya, wajah merah menahan marah, asap mengepul di kepalannya.
"Kau! DASAR WANITA JADI-JADIAN, PENDEK, JELEK, SOK CARI MUKA, BODOH, BERISIK, JALANG, PENGGODA LELAKI, KASAR, GANAS, TAK BERPERIH KEMANUSIAAN!! Cuih mana ada yang menyukaimu, hanya orang BODOH"
(Author: Lah situ berarti bodoh donk,,hehehe)
"A apa?? K kau!!
DASAR JERUK BODOH, AKU MEMBENCIMU, SANGAT MEMBENCIMU!! COWOK SIALAN!!"
Rukia mengamuk, menendang Ichigo dan langsung berbalik dan berlalu pergi dengan menahan tangis, "Menyebalkan, menyebalkan hikz, jahat, menyakitkan hikz" gerutu Rukia dan mulai berlari.
"YA PERGI SAJA SANA, AKU JUGA MEMBENCIMU BODOH" teriak Ichigo. Selepas menghilangnya sosok Rukia.

"AAARRG"
BUAK!! Ichigo menghantamkan tangannya ke pohon di sampingnya. "Sial! Kenapa jadi begini, ck apa aku keterlaluan tadi? Sial sial sial" Ichigo menjambak rambutnya frustasi, tidak memperdulikan punggung tangannya yang berdarah.

~**~
"Hem, kok rasanya ada yang kurang apa ya?" gumam Renji ketika tengah berbincang dengan teman-temannya.
"Iya ya apa ya?" dukung yang lainnya.
"AHA!!" teriak Renji, dia langsung mengedarkan pandangan, "Hoy Ru-chan, tumben kalian tak berisik?" Rukia hanya diam tak merespon.
"Ah iya benar pertengkaran Rukia dan Ichigo tapi mana Ichigonya?"
Semua menatap Rukia,,
"Ah itu dia" tunjuk Renji saat Ichigo memasuki kelas dengan dingin acuh tak acuh. Rukia langsung memalingkan wajah ke arah jendela. Sedangkan Ichigo bertampang kesal dan membanting tasnya di atas meja dengan keras, BRAKK sebelum duduk di bangkunya.

BRAKK,, Rukia memukul meja tanpa mengubah posisi.
BRAKK,,Ichigo juga memukul meja tanpa mengubah ekspresi.
BRAKK BRAKK,,Rukia memukul kembali.
BRAKK BRAKK BRAKK,,Ichigo memukul mejanya.
BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK,,Rukia memukul lagi.
BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK,,
BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK,,
BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK BRAKK ,, Rukia dan Ichigo saling berlomba memukul meja.

"CK JANGAN IKUT-IKUTAN BODOH!!" teriak Rukia dan Ichigo bersamaan sambil berdiri. Mereka saling mendeath-glare mengeluarkan aliran listrik tegangan tinggi.

Sedari tadi semua temannya terbengong melihat ulah IchiRuki. "Ga gawat, retak dech mejanya"
"H hey Renji, bertengkarnya berbeda ya?" bisik temannya.
"I iya benar, berbeda"
"Kenapa ya?"
semua menggeleng tanda tak mengerti.

"KAU!! DASAR MENYEBA£LKAN!!"
Lagi-lagi bersamaan. Rukia dan Ichigo langsung melotot dan membuang muka, "CUIH" BRUAKK,,mereka duduk di tempat masing-masing dengan wajah super horror.

Krik Krik Krik Krik,,
suasana mendadak hening bahkan untuk menghembuskan nafas dan menelan ludah saja Renji dkk harus memakai teknik slow motion.

'Tangannya kenapa tadi? Perbanan gitu ya? Ck bodoh apa urusanku' gerutu Rukia dalam hati.
'Apa-apaan dia, aku tarik kembali perasaan bersalahku, cih' gerutu Ichigo dalam hati.

3 hari kemudian. . .
Keadaan tidak berubah juga. Kelas 2-A1 mendadak tak terlihat penuh semangat seperti biasanya. Mau tak mau Renji dkk merasa khawatir juga karena tak biasanya pertengkaran IchiRuki seperti ini tapi mereka tak ada keberanian untuk menanyakannya.

Sepulang sekolah Ichigo termenung dalam kamarnya.
"Ck membosankan, rasanya hampa tanpa pertengkaran" Ichigo memejamkan mata, "Ck sial ini sangat mengganggu, apa aku harus. . .Aaarg tidak tidak tidak"
Sejak perang dinginnya dengan Rukia, dia sama sekali tak dapat tidur nyenyak. Bagaimanapun juga rasanya pasti tak nyaman di diamkan oleh musuh, ralat err orang yang disukainya.
"Ck cukup! Aku pergi" Ichigo beranjak pergi.

Di waktu yang sama dalam kamar Rukia tengah berbaring di tempat tidurnya, "Haish menyebalkan, jadi sepi kan! Huuh padahal kalau dia mau minta maaf ah tidak cukup menyapa duluan saja aku juga pasti melewatkan perang dingin ini" gerutu Rukia.
"Sudahlah aku tidur saja, tidak penting juga, cowok aneh"

~**~
Malam hari di rumah Rukia. . .
"Hitsu, dia kenapa?" tanya Byakuya pada Hitsugaya.
"Sepertinya bertengkar dengannya"
"Bukankah mereka memank selalu bertengkar ya? Tapi aneh beberapa hari ini menyedihkan sekali ekspresinya"
"Sepertinya pertengkaran yang berbeda"
"Hn apa mungkin makhluk strawberry itu melakukan hal aneh lagi pada Ru. . .Ah APA? Ja jangan-jangan d dia"
"Sepertinya tidak seperti yang nii-san fikirkan" potong Hitsugaya.
"Eh? Kau tau apa yang kufikirkan?" tanya Byakuya heran.
"Hn apapun yang nii-chan fikirkan itu tidak benar"
"Tapi aku belum bilang lanjutannya" Byakuya menatap Hitsugaya dengan wajah innocent.
"Hah~ sudahlah aku tahu apa yang nii-chan hendak katakan"
"Be benarkah? K kau,,uwaw bisa membaca fikiranku ya?" Byakuya memandang takjub.
'Haduh merepotkan' keluh Hitsugaya.
"Ya ya ya ya,,Ter-Se-Rah!!" pasrah Hitsugaya.

*Aih ampyun Byaku-nii aku membuatmu yang cool n berkarisma jadi lemot di sini,,kukuku, dan bwt my prince ke-2, Hitsu-kun kau jd adik imut ya, tapi tetep keren kok, tidak mengurangi kadar ketampananmu kog,,:D*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2012 in Fanfiction, Part

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: