RSS

||**HARU no YUKI**|| Chapter 1

10 Feb

Disclamer : Me^^
Author : Nief “Yuki Chiharu Maehwa”^^
Rated : T
Genre : Drama, Romance, Fantasy. . . .
Warning : OOC, GAJE, TYPO, Aneh dll. . .
.
.
.

Chapter 1 >.<

Terdengar suara ribut penuh kesibukan dari sebuah dapur.
Tap
Tap
Tap
Seorang wanita cantik keluar dari dapur menuju meja makan untuk menata makanan.

“Jagiya, ayo bangun! Jangan tidur lagi!” serunya lembut pada seorang laki-laki yang tengah menelangkupkan kepala pada lipatan tangan di atas meja.

“. . .” laki-laki itu tak bergeming.

“Jagi~ bangun!” seru wanita itu agak keras sambil menepuk bahu laki-laki tadi.

“Ah apa ah iya aku bangun” Laki-laki itu kelabakan sambil mengerjab-ngerjabkan matanya.

“Baiklah tinggal anak-anak,,” wanita tadi tersenyum.
“Ehem, Riyuuu~ ayo turun~,,” serunya sambil menghadap lantai atas. Namun tak ada jawaban.
“Apa tidur lagi?” gumam wanita itu. “RIYUUU SAYANK~. . .” serunya lebih keras.

Ceklek,,sebuah pintu kamar terbuka yang menampakkan seorang gadis manis berseragam sekolah dengan wajah ceria.
“Iyaa sudah siap,,” gadis itu berlari kecil menuruni tangga.
“Ohayou Mama Papa” mencium pipi ayah dan ibunya sebelum mendudukkan diri di kursi meja makan.

Ceklek,,pintu kamar di samping gadis tadi terbuka, menampakkan seorang pemuda tampan dengan wajah tenangnya.
“Dasar,,” gerutunya sambil menuruni tangga.
“Ohayou,,” salamnya singkat sambil mendudukkan diri di samping gadis tadi.
“Ohayou~,,” jawab mereka bertiga dengan kompak penuh semangat pagi yang dihadiai tatapan kesal dari si pemuda.

“Baik karena sudah berkumpul, mari kita makan,,” seru sang ayah dengan semangat.

“Mari makan, Itadakimasu!” seru sang ibu dan anak gadisnya tak kalah semangat.

“Berisik,,” gerutu pemuda tadi dengan stay cool sembari makan.

Mereka adalah sebuah ‘keluarga’ yang selalu dipenuhi limpahan semangat, ya kecuali pemuda tadi yang bernama Mizuki Riyuta (Yuta), saudara kembar gadis manis di sampingnya yaitu Mizuki Riyuka (Yuka).
Mereka putra dan putri dari pasangan Mizuki Nakagawa dan Mizuki Akane.

Walau kembar, dari segi wajah yang mirip namun sikap dan kepribadian mereka sangat bertolak belakang. Riyuka seorang gadis ceria dan bersemangat, sedangkan Riyuta seorang pemuda yang pendiam dan tenang.

Saat ini mereka duduk di kelas 2 SMA di Seijo Gakuen.

“Kami berangkat, Ittekimasu..” seru Yuka.
“Itterassai, jaga adikmu ya Yuta-kun. . .” seru sang ibu.
“Hn aku tahu,,” jawab Yuta dengan ekspresi bosannya sambil berjalan pergi.
“Mama~, Yuka kan sudah besar,,” protes Yuka sembari berlari kecil mengejar kakak kembarnya.
.
.
.
“Hah~ setelah libur panjang, akhirnya kembali lagi pada aktivitas sehari – hari” keluh Yuka saat memasuki pintu gerbang.

Yuta melirik adik kembarnya, “Kau, jangan membuat ulah lagi, awas nanti,,” tegurnya.

“Uhh iya iya, aku tak kan melompat pagar lagi,,” Yuka memandang kesal kakak kembarnya.

Mereka berdua berjalan menuju lantai 2 dimana kelas mereka berada.

“Eh lihat lihat,,kyaaa Yuta tampan sekali~”
“Benar benar, uh akhirnya bisa melihatnya lagi setelah liburan”
“Tidak! Bagaimana ini? Aku makin jatuh cinta, kyaa~”

Para gadis penggemar Yuta memekik kegirangan saat Yuta melewatinya.

“Yu-nii, jangan pasang wajah cemberut begitu” goda Yuka menyenggol lengan Yuta.

“Berisik, diamlah..” Yuka berwajah kesal. “Mereka ini, tidak bisakah tenang sedikit” gerutunya. Yuka hanya terkikik di sampingnya.

Kenapa hanya Yuta? Apa Yuka yang berwajah tak jauh beda dengan Yuta tak memiliki penggemar??

“Lihat, Yu-chan manis sekali ya?”
“Benar sangat manis”
“Uhh bisakah aku menjadi pacarnya?”
“Enak saja, kau saja apa? Aku juga mau, hem sayanknya…”

Yuta melempar death glare pada sekumpulan pemuda yang tengah sibuk bergumam mengagumi Yuka. Seolah berkata, ‘Kalian cari mati?’

“T tu kan a apa y yang ku bilang”
Mereka memalingkan wajah dengan takut.

Ya, meski dingin namun Yuta adalah sosok seorang brother compleks. Dia tak kan membiarkan sembarangan orang apalagi laki-laki mendekati adiknya tanpa seijinnya. Masalahnya minta ijin pun. . .

Langkah Yuka dan Yuta terhenti. Seorang pemuda berdiri dengan percaya diri di depan mereka.

“Hy Ohayou Yu-chan, ohayou Yuta” pemuda itu tersenyum manis.

“Ohayou,,” balas Yuka menunduk kecil sambil tersenyum membuat pemuda tadi blushing.

“Ada apa?” tanya Yuta to the point.

“Kenalkan aku Yomura Hashigi, aku menyukai Yu-chan, aku minta ijin padamu untuk mengijinkan Yu-chan sebagai kekasihku” pemuda tadi berkata dengan percaya diri sembari tersenyum manis pada Yuka.

“. . . .” Yuta menatap datar. Yuka berwajah bingung.

“Dasar bodoh, dia cari mati apa?”
“Iya terang-terangan lagi” gumam beberapa siswa.

“Bagaimana? Boleh kan?” tanya pemuda tadi.

Yuta melirik Yuka, “Kau suka?”

“Ah apa?” Yuka kebingungan, “A aku i itu…”
“Sana pergi, dia tak suka” potong Yuta dengan datar.

“Hey dia kan belum menjawab!” protes pemuda tadi.

“Aku yang mewakili! Kau tak terima?” Yuta mendeath glare.

“A aku, ya aku tak terima!” pemuda tadi memberanikan diri menatap tajam Yuta.

“Berani sekali kau!” Yuta menyeringai. #Buakk,, “Arrgh” pekik pemuda tadi, karena dengan cepat Yuta maju dan memukul perut pemuda tadi.

“Jangan mengganggu lagi, bukankah pacarmu sudah cukup cantik” bisik Yuta penuh penekanan. Pemuda itu menunjukkan wajah terkejut.
“Ayo pergi!” ajak Yuta pada Yuka.

“Ah i iya baik,,” Yuka berlari kecil mengejar Yuta. “Gomenasai!” Yuka menyempatkan diri menunduk sekilas pada Yomura Hashigi yang tengah menggeram kesakitan di lantai.
.
.
.
Yuka melirik Yuta,,’Hem bagaimana dia bisa selalu tahu sih aku suka atau tidak suka, jangan-jangan bisa baca pikiran’ gumam Yuka dalam hati.

“Perhatikan jalanmu, bangkumu di sana” kata Yuta menyadarkan Yuka.

“Ah apa?” Yuka kebingungan. “Eh i iya a anu gomen..” Yuka buru-buru menuju bangkunya yang berada di tengah, sedangkan Yuta berada di belakang. Yuta menahan tawa melihat ulah adiknya yang kadang menggemaskan namun kadang pula menyebalkan.
.
.
.
~Istirahat Sekolah~

Yuka saat ini berada di perpustakaan tengah asyik membaca buku.

“Hey Yuka, akhirnya aku menemukanmu..” seru seorang gadis.

“Hey kamu,,sst. . .” petugas perpus mengintruksi agar jangan berisik.

“Ah i iya gomen,,” gadis itu membungkuk dan melesat mendekati Yuka.
“Hey kenapa HP mu tidak aktif?” berkata lirih.

“HP? Ah iya gomen Mika, lupa menghidupkan” Yuka menggaruk kepala. “Ada apa?”

“Ah ya aku hampir lupa, kau tahu tidak,,” gadis tadi yang bernama Shizuki Mika duduk di depan Yuka.
“Aku melihat kakakmu berjalan bersama beberapa anak cowok, apa mungkin mau berkelahi ya?”

“Eh a apa? Berkelahi? Dimana-dimana ?” panik Yuka.

“Halaman bela-. . .” Belum sempat Mika menyelesaikan omongan, Yuka telah melesat pergi, “-kang. .”

“Ah katanya jangan berulah, malah sendirinya yang mau berulah, tidak mengajak lagi” gerutu Yuka sambil berlari. Namun ketika akan berbelok di tikungan,, #Brukk,, “Aww” Yuka jatuh terduduk kebelakang.
“Ah gomen, aku tidak sengaja” kata Yuka buru-buru berdiri dan membungkuk.

“Bodoh!” kata orang di tabrak tadi.

“Apa?” Yuka mendongak melihat orang tersebut. Ternyata dia merupakan seorang pemuda yang err bahkan lebih tampan dari kakaknya. “Hey, apa katamu tadi?” kesal Yuka.

“Minggir! Kau menghalangi jalanku”,, pemuda itu berkata dingin. Lalu berjalan melewati Yuka dengan sedikit menyenggol bahu Yuka. “Dasar bodoh!” gumamnya.

“A apa? Hey dasar menyebalkan, kau-..” Yuka memperhatikan pemuda itu, “-makhluk ayam aneh!!” teriak Yuka kesal lalu meneruskan jalan dengan menghentak-hentakkan kaki sebelum akhirnya dia berlari kembali. “Cowok aneh, siapa sih, anak baru ya,,huh menyebalkan”
.
.
.
Di belakang sekolah tmpak ramai. Terlihat beberapa pemuda menggadu kesakitan di tanah.

“Sudah kukatakan jangan mengganggu” kata Yuta berdiri dengan satu tangan dimasukkan dalam satu celana. Lalu berjalan pergi dengan santai.

“Kyaaa Yuta-kun keren sekali”
“Love you love you kyaaa”
pekikan dari para anak perempuan memenuhi tempat itu.
Tap
Tap
Tap
Yuka berdiri di depan kakaknya dengan nafas memburu memegangi lutut.

“Hn? Sedang apa kau?” bingung Yuta.

Yuka menatap kesal, “Harusnya kan aku yang tanya Yu-nii”,,
Yuka melihat ke belakang, “Eh? Yu-nii menghajar mereka?”

Yuta mengedarkan kepala ke arah pandangan Yuka, “Oh mereka, ya! Sudah ayo pergi”

“Eh tapi mereka terluka, apa tidak a. . .Ekkh. . .”
Belum sempat selesai berkata Yuta menarik Yuka pergi dari situ.

“Sudah, ayo pergi jangan berisik terus!” dengan santai Yuta menarik pergi Yuka yang tengah cemberut.
“Yuka kan juga pengen Yu-nii~”
“Kau terlalu mencolok, orang bisa curiga”
“Tapi..”
“Diam atau kuhukum” kata Yuta mulai kesal. Yuka langsung menunduk dengan wajah sebal.
.
.
.

~Tsuzuku~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2012 in Fanfiction, Part

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: