RSS

||#((BBSA))*Bad Boy si Akuma*#|| Chapter 10!!

07 Mei

~**Bad Boy si Akuma**~

Chapter  ì10  >,<
*Tamu Sialan*

Ceklek, “Mamo pulang”
“Hn” jawab Hiruma sambil memainkan VAIOnya.
Setelah ganti pakaian, Mamori menghampiri Hiruma dan memberi makan ikan.
“Cepat makan sana bocah sialan”
“Ah iya, baik” menuju meja makan.
Setelah makan Mamo bermain dengan ikan.
“Hiru-nii Mamo tidur ya, capek”
“Hn tidur sana bocah sialan” Mamori pergi ke kamar untuk tidur.
2 jam berlalu…
Tet tet..
“Ck orang sialan siapa sore-sore begini bertamu”
Ceklek, “Yo Hiruma”
“Ck rupanya kau teman sialan”
Kosuke masuk tanpa disuruh dan Hiruma terlihat tak keberatan sepertinya sudah biasa.
“Ada apa? Tumben datang sore-sore” tanya Hiruma sambil memainkan VAIO nya.
“Ah tidak, kebetulan saja tadi lewat sini jadi ya sekalian mampir dech” jelas Kosuke.
“Oh”
“Eh dimana PSP mu?”
“Di kamar”
“Aku ambil ya”
“Terserah”

Kosuke membuka kamar Hiruma, Ceklek, “Hn tumben kamarnya rapi. Dimana ya PSPnya, ah mungkin di meja itu” menunjuk meja dekat tempat tidur. “Ah ketemu, ini dia”
Krusak Krusuk, “Eng”, Mamori menggeliat dan menyingkap selimutnya.
“Eh?” Kosuke melihat ke arah tempat tidur. Dia melongo, ‘Siapa dia, seorang malaikat mungil dengan boneka beruang pink besar tertidur cantik di tempat tidur Hiruma si Akuma’ Kosuke terpesona menatap Mamori sampai, “APA?” BRAK, teriaknya kaget dan menjatuhkan PSP membuat Mamori terbangun, dia terduduk dan menatap polos Kosuke, “Siapa?” tanya Mamori.
“AAAAA..” teriak Kosuke.
“AAAAA..” Mamori ikut berteriak karena kaget.

~**~
“AAAAA..”
“AAAAA..”
“Uhuk-uhuk” Hiruma tersedak, “SIALAN WOY KENAPA BERTE.. Astaga aku lupa, BOCAH SIALAN” Hiruma langsung berlari menuju kamar.
BRAK, Hiruma membuka keras pintu. “Bocah sialan kau tidak apa-apa?” melompat ke atas tempat tidur dan menepuk-nepuk pipi Mamori.
“Hi Hiru-nii dia, dia..” Mamori menunjuk Kosuke sambil memeluk erat bonekanya.
“Apa, kenapa dia, diapakan?” Hiruma panik.
“Hey kau apakan bocah sialan ini, kau menyentuhnya?” teriak marah Hiruma. Membuat Kosuke tersadar dan mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Ah apa? Siapa? Dia? Eh aku tidak menyentuhnya, sunmpah” jelas Kosuke.
“Benar bocah sialan?”
Mamori mengangguk, “Iya, Mamo hanyak kaget kok Hiru-nii”
“Tunggu tunggu tunggu, si siapa dia Hiruma? Jangan bilang dia mainanmu?”
“Ck dia masih SMP”
“APUA? Kau gila apa, dia masih kecil, masak kau ajak ma..”
“Ck kau jangan sembarangan bodoh”
“Eh?”
“Dan juga bisakah kau tidak berisik teman sialan”
“Ah gomen, tapi tapi dia..”
“Dia bocah baik-baik, dan kau sudah mengganggu tidurnya”
“Apa, ah iya gomen ya” menatap Mamori lembut.
“Ah Mamo tidak apa-apa kok”
“Sudah sore, kau mandi saja bocah sialan”
“Ah iya” Mamori beranjak masuk kamar mandi
“Dan kau, aku jelaskan di luar” menunjuk Kosuke.

~**~
“APUAA..Empph” Hiruma menyumpal mulut Kosuke dengan PSP.
“Bisakah tidak berteriak”
“Puah, bagaimana aku tidak teriak malaikat polos sepertinya menjadi istrimu yang seorang bad boy”
“Ck terus kenapa, iri teman sialan, kekeke?”
“Tidak! Ah i iya tentu saja, siapa yang tidak ingin memiliki gadis secantik dia”
“Kekeke”

Tet Tet..
“Ck siapa lagi ini?” gerutu Hiruma. “Hey buka pintu”
“Ck kau selalu menjadikanku pembantu jika di sini” gerutu Kosuke, Hiruma cuek.
Ceklek,”Siapa tamu sialannya?”
“Hiru-kun~” Karin berlari menerjang Hiruma tapi dengan gesit Hiruma menghindar.
BRUK, “Aw sakit” Karin terjungkal di lantai, Kosuke terkikik.
“Kenapa menghindar Hiru-kun?” bergaya marah.
“Terserah aku wanita sialan”
“Tapi..”
Tet tet..
“Hey siapa lagi ini” kesal Kosuke.
Ceklek, “Hiru sayank~ I miss you” Wanita cantik berpakaian seksi masuk, dia Sayuki. Kosuke bengong melihatnya, ‘gawat Karin Vs Sayuki’
Dan benar saja, “Hey wanita jalang ngapain kau disini” Hardik Karin.
“Rupanya kau disini wanita murahan” Sayuki senyum menghina.
“Kau pikir Hiru-kun akan memilihmu apa?”
“Memanknya dia akan memilihmu apa?” Balas Sayuki.
“Awas kau jalang”
“Maju aku tidak takut”
“Oh berani kau”
“Tentu sa..KYAAA” Karin menjambak Sayuki.
“Kurang ajar rasakan ini”
“KYAAA” Sayuki balas menjambak.
“UWAH sakit bodoh”
“AARRG awas kau”
“Kau merusak rambutku”
“Aaa rambutku rontok”
Dua wanita itu berkelahi dengan sengit, saling jambak menjambak dan bergulat di lantai.

Tet tet..
“Eh bel lagi, ck aku punya firasat buruk” Ceklek, Kosuke membuka pintu.
“Hey Kosuke, mana Bad boy tercinta~”
Cegluk, “Mu muncul lagi” Kosuke gugup.
“Kenapa ramai?” Kosuke menggeser tempatnya berdiri.
“Hey kenapa kalian disini juga?” tunjuk Miyako.
“Kau juga kenapa disini?” bentak Sayuki.
“Tentu saja bersenang-senang dengan Hiru-kun” jawab Miyako santai.
“Kau, tak akan kubiarkan itu” teriak Sayuki dan Karin.
“KYAAA rambutku, kurang ajar awas kau”

“UWAH..KYAA..LEPASKAN..ARRGH..SAKET..KUHAJAR KAU..”
Berbagai teriakan terdengar dalam ruangan. Tiga orang wanita tengah bergelut ganas di lantai, penampilannya sudah benar-benar kacau.
Kosuke memandang prihatin ketiganya.
“Hiruma”
“..”
“Hiruma”
“..”
“Hi..”
“Berisik teman sialan”
“Hey kau tak melerainya?”
“Biarkan saja” jawabnya cuek.
“Ck kau ini, mereka berkelahi kan karena kau”
Yak manusia sumber masalahnya aka Hiruma justru sibuk bermain dengan VAIO nya, sesekali meminum kopinya tidak memperdulikan pertempuran yang terjadi.

“Eh kog ramai, em kakak-kakak itu sedang apa?” tanya Mamori polos.
“Eh Mamo-chan” sapa Kosuke ramah.
“Ck kau mandi lama sekali bocah sialan”
“Ah gomen Hiru-nii, karena masih ngantuk tadi Mamo ketiduran di bak mandi, terus baru bangun pas Mamo hampir tenggelam”
“..”
“..”
“Hahaha” tawa Kosuke meledak.
“Ck dasar bodoh” gerutu Hiruma.
“Lalu mereka?”
“Err mereka itu..” Kosuke bingung.

 

~Tsudzuku~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2012 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: