RSS

||#((BBSA))*Bad Boy si Akuma*#|| Chapter 11!!

07 Mei

~**Bad Boy si Akuma**~

Chapter  ì11  >,<
*(Lanjutan)*

“Jangan pedulikan” kata Hiruma.
“Tapi mereka berkelahi”
“Mereka akan berhenti sendiri”
“Ah begitu ya” Mamori menatap mereka sekilas.

Kosuke meneruskan main PSP, Hiruma tetap di posisinya namun kali ini tidak dengan minum kopi melainkan meniup permen karet.
Sedangkan Mamori sibuk tertawa senang bermain dengan ikan.

BLETAK, “Aw” sebuah sepatu high heels 10cm melayang mengenai kepala Mamori. “Sakit” ringisnya menunduk memegangi kepala.
“Eh Mamo-chan..” teriak Kosuke.
“Bocah sialan kau kenapa?” tanya Hiruma. Mamori menunduk memegangi kepala.
“Hey kau tak..”
“Sakit Hiru-nii, sakit huaaaa..” Mamori menangis dengan kerasnya. Hiruma panik, “Eh ma mana, mana yang sakit? Apa yang ini? Apa i..”
“SAKITT” teriak Mamori.
“Ah gomen, sudah sudah jangan menangis aku obati, tunggu ya tunggu” kata Hiruma LEMBUT,mendekapnya dan mengusap-usap lembut kepala Mamori,
“Teman sialan cepat ambil es dan kain kompres juga kotak obat, cepat”
“Iya baik” Kosuke berlari.
“Sakit sekali hikz hikz” Mamori menangis tersedu-sedu, Hiruma bingung melihatnya.
“Ck lama sekali cepat teman sialan, kepalanya berdarah bodoh” teriak Hiruma tidak sabar.

“HEY AWAS KAU JALANG”
“KYAA DASAR MURAHAN”
“SIALAN ENAK SAJA RASAKAN INI”
“RASAKAN INI JUGA”
GLOTAK GLOTAK, ketiga wanita itu makin ribut saja bahkan beberapa High heels hampir mengenai Hiruma dan Mamori.
“Sial, HOY KALIAN TIDAK BISAKAH BERHENTI WANITA SIALAN” teriak Hiruma marah.
Namun teriakan itu tak dihiraukan ketiganya karena sibuknya perkelahian mereka.
“CK SIALAN AKU BILANG BERHENTI BODOH” BRUAKK, Hiruma melempar kursi. “KYAAA”
Ketiganya terkejut dan saling berpelukan tak berani membuka suara, demikian juga Kosuke yang baru kembali, dia terkejut melihat Hiruma mengamuk.
“Hey Hiruma sudahlah,lebih baik obati Mamo-chan dia kesakitan, dan kalian pergi saja jika ingin selamat” kata Kosuke.
Hiruma langsung bergegas mengompres kepala Mamori.

“Sst siapa gadis kecil itu?” bisik Sayuki.
“Manaku tau bodoh, masak mainan barunya?” kata Miyako.
“Ck adiknya mungkin, dia masih kecil begitu” kata Karin.
“Dia punya adik ya?”
“Ya mana ku tau”

Kosuke memperban sedikit kepala Mamori dengan rapi dikarenakan dia tak jarang membantu ibunya yang seorang dokter meskipun dia tidak mengambil jurusan kedokteran, “Nah sudah selesai” kata Kosuke.
“Kau sudah tidak apa-apa bocah sialan” tanya Hiruma, Mamori mengangguk pelan.

“Hey kalian kenapa masih di situ? Pergi sana berisik saja” teriak Kosuke.
“Tidak aku tak akan pergi” (Karin)
“Iya aku juga” (Miyako)
“Aku akan disini” (Sayuki)
“Kalian memang mau ngapain, bertengkar lagi, cari mati apa?” hardik Kosuke namun tak dihiraukan mereka.
“Hiru-kun siapa gadis itu?”
“Kenapa ada di sini?”
“Apa adikmu?
“Apa mainanmu?”
“Dia masih kecil, sama aku saja”
“Hey enak saja, Hiru-kun denganku tau”
“Tidak tapi denganku”
“De..”
“Cepat pergi sebelum aku melempar kalian dari jendela wanita sialan” hardik Hiruma dingin.
“Hi Hiru-kun tapi..”
“BERISIK, CEPAT PERGI SIALAN” teriak marah Hiruma.
“UWAHH..BAIK BAIK KAMI PERGI” ketiganya lari kalang kabut dengan penampilan compang campingnya. BRAKK, pintu ditutup dengan keras.
“Ck wanita si..”
CEKLEK, Pintu terbuka lagi, “H hay a anu” Miyako gemetaran.
“APA LAGI” sembur Hiruma.
“Ah iya iya, i itu anu sepa sepatuku” Sret sret, dia menyambar sepatunya,
“Ck CEPAT”
“UWAHH” dia berlari ketakutan. JDAK, “Aw sakit” ringisnya menabrak pintu.
“Ah go gomen ya” dia memaksakan senyum, “Per permisi” Ceklek, BRAKK, menutup pintu dengan panik.
“Kakak yang aneh” kata Mamori.

~**~
“Hoy Hiruma, dia tidur?” tanya Kosuke.
“Hn, kenapa?”
“Hehehe apa kau tak menemaninya?” Kosuke tersenyum jail.
“Ck kau kenapa teman sialan?” Hiruma menyipitkan mata.
“Ah tidak tidak”
Ruang tamu kembali sunyi hanya berisi suara game saja.
Hiruma berdiri dan berjalan pergi.
“Mau kemana?”
“Melihat bocah sialan”
“Sepertinya dia sayang sekali pada malaikat kecil itu, daripada dibilang menjaga seorang adik atau istri lebih cocok dibilang menjaga anaknya, kukuku” guman Kosuke.
“Aku dengar itu sialan”
“Eh Hi Hiruma kau masih di situ ya” nyengir lebar.
“Mengambilkan minum untuknya”
“Tu kan bener”

Menjelang malam Kosuke pulang setelah puas menggoda Hiruma ketika Mamori tidur. Saat ini Hiruma dan Mamori tengah melihat TV bersama seusai makan malam.
“Hiru-nii”
“Hn”
“Kakak-kakak tadi pacar Hiru-nii semua?”
“..”Hiruma terdiam.
Mamori menatapnya, menunggu jawaban.
“Bukan, hanya teman kencan, kenapa?”
“Teman kencan ya, kayak apa itu Hiru-nii kok banyak”
“..”
“..”
“..”, ‘Sial harusnya aku jawab teman saja, kalau begini aku pusing cari jawabnya’
“Hiru-nii?”
“Ah iya teman kencan itu, teman yang aa..” tes, peluh menetes dari kening Hiruma.
“Yang apa Hiru-nii?”
“Yang, ck sudahlah kau masih ingusan bocah sialan, nanti kau akan tau sendiri” Hiruma ngeles, berjalan pergi ke dapur.
“Oh gitu, Hiru-nii kalau yang kata Mama yang biasanya main dengan Hiru-nii, namanya teman apa?” tanya Mamori polos.
“APA?” JDAK, “Aw aw aw sialan sialan” Maki Hiruma menggosok-gosok jidatnya yang menabrak lemari makanan.
“Eh Hiru-nii tak apa?”
“..”, ‘Ck sial apa saja yang diceritakan orang tua itu pada bocah sialan, mau meracuni pikiran bocah ingusan apa’ dongkol Hiruma dalam hati.
“Hiru-nii?”
“Aku tak apa”
“Em lalu yang ta..Emmph” Hiruma membungkam Mamori dengan tangannya.
“Sudah, jangan tanya yang aneh-aneh lagi aku bisa frustasi bocah sialan” Hiruma mendesah pasrah.
“Eh Kena..?”
“Diam!” Hiruma melotot, Mamori cemberut.
“Kepalamu sudah tak sakit?” Hiruma mengalihkan pembicaraan.
“Ya” sewot Mamori.

 

~Tsudzuku~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2012 in Fanfiction, Part

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: